Perlu Kontribusi Pemuda untuk Atasi Permasalahan di Masyarakat

Mahasiswa tidak diam saja ketika melihat sesuatu yang dianggap orang lain biasa, mahasiswa tidak diam saja saat menemui suatu masalah.

Perlu Kontribusi Pemuda untuk Atasi Permasalahan di Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Sebagian peserta Seminar Nasional Borneo Scientific Fair 2017 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seminar Nasional Borneo Scientific Fair 2017 yang diadakan oleh Lembaga Penulisan Penelitian Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa (LPP LISMA) Untan dihadiri oleh mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di berbagai provinsi di Indonesia.

Bertempat di ruang Amphiteater Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, seminar yang membahas tentang peran pemuda dalam masyarakat tersebut dipenuhi dengan berbagai topik menarik seputar kiprah pemuda dalam mengatasi berbagai permasalahan di lingkungan sehari-hari.

Satu dari pembicara adalah Dosen Fakultas Teknik Untan Dr. Ferry Hadari, S.T., M.Eng, di hadapan peserta yang hadir, dia membagikan inspirasi melalui berbagai prestasi yang pernah diraih mahasiswa teknik Universitas Tanjungpura.

"Saya membagikan kisah-kisah ini agar kalian termotivasi, menyadari bahwa kalian adalah mahasiswa. Mahasiswa tidak diam saja ketika melihat sesuatu yang dianggap orang lain biasa, mahasiswa tidak diam saja saat menemui suatu masalah," katanya, Minggu (26/11/2017).

(Baca: BkkbN Ajak Cegah Pernikahan Dini Pada Remaja )

Dia lalu menunjukkan satu per satu proyek yang telah dikerjakan para mahasiswa teknik Untan, mereka telah menghasilkan berbagai inovasi yang menjadi solusi untuk berbagai permasalahan sehari-hari. Mulai dari robot pemadam kebakaran hingga tongkat cerdas untuk tuna netra.

Ada banyak karya dan profile mahasiswa teknik Untan yang dia sajikan.

"Tujuan saya adalah agar kalian, para pemuda, dapat terinspirasi sehingga kalian juga mau memanfaatkan ilmu kalian untuk membantu sesama," tuturnya di hadapan peserta seminar.

Hal ini disampaikannya karena dia merasa banyak mahasiswa yang kreatif dan inovatif dalam berkarya tapi ujung-ujungnya karya mereka hanya berakhir sebagai laporan di atas kertas, sedikit sekali yang mau membawanya ke tengah masyarakat padahal karya tersebut sangat solutif untuk masalah yang masyarakat hadapi.

Dia mengajak para peserta untuk terus semangat dalam belajar dan berkarya, melalui ruang diskusi seperti seminar hari ini dia yakin para mahasiswa yang hadir tidak pulang dengan percuma.

"Pasti ada ilmu yang kalian bawa, dan itu akan dibuktikan dengan inovasi-inovasi yang kalian buat," ucapnya.

Satu dari peserta yang mengikuti Seminar Nasional Borneo Scientific Fair 2017 Masruah Ismail dari Universitas Hasanudin Makassar mengaku beruntung bisa mengikuti kegiatan ini karena menurutnya ini merupakan bentuk bantuan agar dia dan timnya terus berkarya.

"Kegiatan ini sangat positif karena memfasilitasi mahasiswa untuk berkarya dan membantu kami untuk mempromosikan karya kami ke tingkat nasional," ungkap mahasiswi yang telah menciptakan alat pendeteksi ledakan bom ikan ini.

Dia berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, semangat para pemuda untuk berkarya semakin meningkat, saling dukung dan tetap berupaya untuk menjadi solusi bagi permasalahan khususnya di lingkungan masing-masing dan di Indonesia pada umumnya.

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved