Tribun Eksklusif
Orangtua Murid Merasa Berat Bayar Sumbangan Komite Sekolah, Berapa Sih?
Anaknya saat ini duduk di kelas XI dan harus membayar Rp 100.000 per bulan, itu merupakan jumlah yang paling murah di kelas XI.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mulai 2017 pengelolaan dan kewenangan pendidikan sekolah tingkat SMA dan SMK di Pemerintah Kabupaten/Kota, diambil alih oleh Pemerintah Provinsi.
Implementasinya memicu tidak dibelakukannya lagi gratis sumbangan.
Hal ini memicu orangtua murid merasa berat membayar sumbangan.
Ditemui di halte di depan SMAN 2 Pontianak, satu dari orangtua murid, Idris Adanin, mengungkapkan keberatannya karena harus membayar Sumbangan Komite Sekolah.
Dengan adanya sumbangan partisipasi dia mengaku biaya untuk sekolah anak jadi bertambah.
(Baca: Sumbangan SMA/SMK Negeri Tak Lagi Gratis, Pihak Sekolah Lakukan Ini )
Anaknya saat ini duduk di kelas XI dan harus membayar Rp 100.000 per bulan, itu merupakan jumlah yang paling murah di kelas XI.
Sebelumnya wakil kepala sekolah menjelaskan jika tiap kelas membayar dengan jumlah berbeda.
Idris yang merupakan seorang pensiunan guru mengungkapkan kekecewaannya pada pihak pemerintah yang dinilainya ingkar terhadap janji untuk menggratiskan pendidikan dari tingkat SD-SMA.
"Jika dulunya hanya mengeluarkan biaya untuk les di luar sekolah, selain keperluan peralatan dan atribut sekolah, sekarang harus mengeluarkan Rp 100.000 per bulan," ujarnya, Selasa (21/11).
Idris mengungkapkan besaran biaya yang harus dibayar berjenjang, yaitu Rp 100.000, Rp 130.000 hingga Rp 150.000.
Untuk besaran yang harus dibayarnya, dia mengaku tidak keberatan, tapi sangat mendukung jika kebijakan ini ditinjau kembali.
Pihak sekolah juga dimintanya untuk transparan dalam mengelola keuangan.
"Uang Rp 100.000 itu memang tidak besar, tapi tetap saja saya rasa kebijakan ini perlu ditinjau lagi. Ada banyak yang merasa keberatan, tapi tidak berani mengungkapkannya," pungkasnya.
Selain Idris Adanin, orangtua murid lainnya yang merasa keberatan dengan diberlakukannya Sumbangan Komite Sekolah di tingkat SMA adalah Sri Fati Mariam, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Sungai Rengas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pungutan-di-sekolah_20171124_112619.jpg)