4 Kesulitan yang Sering Dialami Petugas Damkar Saat Kebakaran, Nomor 2 Sering Dilakukan Warga

Musibah kebakaran kerap menarik perhatian warga, baik yang bertempat tinggal di lokasi maupun pengendara yang kebetulan melintas.

Tayang:
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Adelbertus Cahyono
Seorang petugas damkar berupaya memadamkan api saat terjadi peristiwa kebakaran di kompleks pergudangan, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Jumat (17/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak, Hermawan Wongso mengatakan, personel pemadam kebakaran kerap menemukan hal tidak mengenakkan saat menjalankan tugas apabila terjadi kebakaran.

Meski demikian, para personel masih tetap mau bekerja keras membantu warga yang terkena musibah kebakaran.

"Kita sangat bersyukur masih banyak orang yang tidak digaji mau melakukan pekerjaan ini secata sukarela, padahal membahayakan diri sendiri," kata Hermawan, Sabtu (18/11/2017).

Hermawan lantas mengungkapkan beberapa kendala yang sering dialami petugas damkar apabila terjadi kebakaran.

1. Jalanan Macet

Jalan macet seringkali menjadi tantangan bagi para petugas damkar saat menuju ke lokasi kebakaran, tidak jarang masih ada pengendara yang tidak mau memberi jalan, padahal hal itu sangat mendesak.

"Jalanan macet juga sering jadi hambatan, padahal sirene sudah kita nyalakan," ungkap Hermawan.

(Baca: Kampung Dibaguskan Pemerintah, Munirah: Kita Mendukung Pembangunan Ini )

2. Ramainya Warga yang Menonton

Musibah kebakaran kerap menarik perhatian warga, baik yang bertempat tinggal di lokasi maupun pengendara yang kebetulan melintas.

Hal itu, kata Hermawan, tentu saja membuat akses mobil pemadam menjadi terhambat.

"Warga juga biasanya ramai nonton bukannya bantu, bahkan ada yang merekam dengan smartphonenya kan," jelas Hermawan.

3. Kesulitan Mencari Air

Acap kali, kata Hermawan, personel pemadam kebakaran kesulitan mencari air di dekat lokasi kebakaran, bahkan para personelnya itu pernah mengambil air dengan jarak cukup jauh. "Ya kita manfaatkan mobil tanki, kalau tidak seperti itu mau bagaimana lagi," ujarnya.

Jika jarak sumber air dan lokasi kebakaran terlalu jauh, para personel kebakaran biasanya akan mengambil air di parit untuk disemprotkan ke sumber api.

"Mana ada kita mikir lagi kalau lumpur juga kesedot, padahal mesin bisa cepat rusak, tapi tak masalah namnya juga tolong orang," ungkapnya.

(Baca: Dua Karangan Bunga untuk Setya Novanto, Ini Harapannya )

4. Dimarahi Warga

Menurut pengalaman Hermawan, tidak jarang ada warga atau pemilik rumah yang protes ketika petugas damkar menyemprotkan air ke tempat-tempat tertentu.

Bahkan, lanjut Hermawan, ada diantaranya warga yang memarahi petugas pemadam kebakaran yang tengah berjibaku memadamkan api.

"Tapi semua itu kita maklumi lah, karena dia kena musibah kan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved