Jumlah Kasus Rabies Bertambah, SK KLB Tak Bakal Diperpanjang

Meski jumlah kasus bertambah, namun secara grafik terjadi penurunan sejak dua bulan belakangan...

Tayang:
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2), Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Sarimin Sitepu. 

Disampaikannya, untuk jalan Perintis khususnya RT 32/RW 33 ada sebanyak 115 ekor hewan yang sudah kita data.
"Setelah dari Perintis, baru kita ke tempat lain," jelasnya.

Sebelum hewan divaksin masyarakat harus diberi pemahaman dulu agar masyarakat tidak panik jika hewannya terjadi apa-apa.

Apabila hewan mati berarti hewan tersebut ada penyakitnya. Setelah di vaksinkan pasti ada perubahan dalam tubuh hewan tersebut.

"Sebaiknya untuk jaga-jaga jangan diajak berburu, dan tidak usah dimandikan satu minggu dan apabila mandi sendiri tidak apa-apa. Apabila mau dipotong tunggu satu bulan setelah vaksinasi," pesannya.

Mardiansyah mengimbau warga di Kelurahan Beringin untuk tidak ragu memvaksin hewan peliharaannya karena vaksin yang diberikan Kementerian Kesehatan untuk menyelamatkan hewan dan orang-orang yang berinteraksi dengannya.

"Saya berharap betul data hewan peliharaannya disampaikan dengan benar kepada petugas," harapnya.

Selain melakukan pendataan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Beringin itu juga memberikan sosialisasi kepada warga tentang bahaya rabies.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved