Breaking News:

Posko Anti Kekerasan

Misteri video pemukulan terhadap dua siswa secara brutal dalam kelas yang menghebohkan publik akhirnya berhasil terungkap.

Instagram
Pemukulan siswa 

(Baca: Terkait Pemukulan Murid, Pihak SMK Bina Utama Akan Tingkatkan Pengawasan )

Kita mengapresiasi Kepala Dinas Pendidikan Kalbar yang telah memediasi kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan, setelah mengundang LPMP Kalbar, Komisioner KPAID Kalbar, guru SMK, siswa dan orangtua terkait, Dinas Pendidikan Kota Pontianak, dan kepolisian.

Karena meski kita mengecam aksi main tinju yang dilakukan Al pada hakikatnya ia adalah korban juga, yakni korban sering bully secara verbal.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari video kekerasan di SMK ini.

Masyarakat hendaknya tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang beredar di medsos karena kenyataan yang sebenarnya tidak seperti yang diviralkan.

Saat awal video beredar, pelaku pemukulan diduga seorang guru.

Informasi lain menyebutkan pelaku adalah orangtua siswi. Dia nekat memukul karena anaknya mengalami pelecehan seksual oleh anak yang menjadi sasaran bogem mentah.

Meski demikian, kita tetap menyayangkan terjadinya aksi kekerasan sesama teman sekelas di SMK tersebut. Ini menambah deretan panjang korban kekerasan di sekolah di Indonesia.

Mulai dari kekerasan verbal berupa bullying atau diejek dan dihina, hingga kekerasan fisik berupa tawuran, pengeroyokan hingga kekerasan oleh senior terhadap junior.

Berdasarkan data dari Center for Research on Women (ICRW) yang dikuti republika.co.id, 22 Januari 2017, sebanyak 84 persen siswa sekolah di Indonesia pernah mengalami kekerasan di sekolah, tertinggi di dunia dibandingkan kasus kekerasan di sekolah yang terjadi di negara Vietnam 79 persen, Nepal 79 persen, Kamboja 73 persen dan Pakistan 43 persen.

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved