Pesona Putrajaya Hingga Belanja Murah di Sungai Wang
Setelah menuntaskan menyaksikan Moto GP pada 28-29 Oktober 2017, akhirnya peserta diajak berkeliling kota Kuala Lumpur (KL).
Penulis: Nina Soraya | Editor: Dhita Mutiasari
“Putrajaya pun sudah menjadi destinasi wisata bagi wisatawan luar,” ujar Fariz.
Putrajaya memang merupakan kawasan yang amat jauh dari Kuala Lumpur. Meski KL sangat banyak objek wisata dalam kota tersebut.
Sebut saja, Twin Tower, Mesjid Raya, hingga Istana Negara.
Sementara bagi wisatawan yang datang, tentu berkeinginan untuk mencari oleh-oleh. Nah, Sungai Wang bisa menjadi pilihan. Peserta tur diajak untuk menyusuri Sungai Wang, satu di antara pusat perbelanjaan di Kota KL. Di sini banyak toko toko yang menjual pakaian hingga pernak pernik.
Bahkan event Moto GP Sepang yang sudah berakhir, tapi untuk merchandise masih banyak dijual di sini.
Fariz menjelaskan Sungai Wang dahulunya merupakan kawasan perbukitan bukanlah sungai seperti nama kawasan ini sekarang.
"Wang itu kan artinya uang, sementara sungai ibaratnya air yang mengalir. Ini mengibaratkan uang yang terus mengalir agar yang berniaga di sini hoki terus," ucapnya.
Sejak tahun 70-an, lanjut Fariz, disini sudah menjadi tempat berjualan. "Inilah pusat belanja tertua.Sedangkan Bukit Bintang masihlah terbilang baru," katanya.
Sejak pukul 10.00 pagi, kawasan ini sudah buka. Rata-rata penjual merupakan orang Bangladesh yang telah menetap di Malaysia.
Winda Asmara, satu di antara peserta Tour Moto GP TX Travel Alianyang, mengatakan di Kawasan Sungai Wang sangat puas kalau mau berbelanja untuk oleh oleh.
"Di sini harga sangat miring. Sangat sesuai dengan isi dompet. Apalagi kalau mau beli oleh-oleh dalam jumlah banyak, di sini tempat yang tepat," kata Winda.
Tak hanya pakaian, tas, topi, sepatu semua tersedia. Bahkan makanan cemilan seperti coklat juga tersedia di sana.
"Di sini harga topi ikon pebalap Moto GP semuanya di bawah 100 Ringgit. Ini ada yang 40 Ringgit saja. Beda sekali dengan harga yang dijual dibooth di stand Moto GP bahkan di luaran sirkut, hanya untuk satu topi saja bisa sampai 200 Ringgit, padahal kualitas tidak jauh beda," kata Edmund, satu di antara peserta Tour Moto GP TX Travel Alianyang ini.
Selesai belanja, tentulah perut terasa lapar. Ternyata keputusan untuk mengisi perut dengan nasi lemak dan jus apel di Restoran Restu Resipi sungguh tepat. Nasi Lemak dengan porsi besar jadi hidangan makan siang sebelum rombongan kembali pulang ke Pontianak.
Nasi lemak sangat familiar bagi orang Indonesia, sehingga hidangan ini sangat cocok di lidah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/nasi-lemak_20171104_170707.jpg)