Ini Sasaran Penindakan Operasi Zebra di Landak

Itu yang menjadi target untuk kami yang ada di wilayah Landak. Harapannya yang menjadi kriteria keberhasilan dalam operasi zebra

Ini Sasaran Penindakan Operasi Zebra di Landak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Alfon Pardosi
Apel gelar pasukan operasi zebra, (1/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kasat Lantas Polres Landak AKP Novalina Tarihoran menerangkan, operasi zebra kapuas 2017 yang dilaksanakan kali ini menonjolkan kegiatan represif yaitu penindakan pelanggaran lalu lintas,

"Yang menjadi target itu pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, yang berpotensi dalam kecelakaan lalu lintas. Setiap wilayah berbeda-beda untuk menjadi target operasinya," ujar Nova kepada Tribun,  Rabu (1/11/2017).

(Baca: Liverpool vs Maribor - Saksikan Pembalasan Tim Tamu Melalui Live Streaming di Link Ini )

Dijelaskannya, khusus untuk wilayah Kabupaten Landak pihaknya men Tarhet Operasi (TO) kan pengedara sepeda motor tidak menggunakan helm.

Kemudian kelayakan kendaraan seperti knalpot, kaca spion, dan lampu.

"Itu yang menjadi target untuk kami yang ada di wilayah Landak. Harapannya yang menjadi kriteria keberhasilan dalam operasi zebra kapuas 2017, pastinya angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan dan berkurang," bebernya.

(Baca: Link LIVE STREAMING Napoli vs Manchester City, Pep Guardiola: The Citizens Bakal Menderita )

Selain itu juga khusus operasi zebra kapuas tahun 2017 yang berlangsung dari tanggal 1-14 November, ditekankan pada pemeriksaan di jalan yang nampak.

"Pertama kita lihat pelanggaran kasat matanya, baru menanyakan surat-suratnya," urai Kasat.

Karena seperti biasanya saat operasi, ketika pengendara di stop maka langsung menanyakan kelengkapan surat-suratnya.

"Tapi pada operasi zebra kali ini, langsung kita sebut pelanggarannya. Maaf pak, bapak tidak pakai helm," jelasnya.

(Baca: Link LIVE STREAMING Tottenham Hotspur vs Real Madrid - Duel di Wembley Tentukan Satu Tiket 16 besar )

Karena operasi saat ini selektif prioritas, jadi yang utama kelengkapan kendaraan.

"Penggunaan helm itu yang kita utamakan. Jadi kalau sudah lengkap kasat mata, kita tidak lakukan pemeriksaan. Tapi jika kasat mata ada pelanggaran, itu yang kita periksa," pungkasnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved