3 Bahasa Daerah di Kalbar Terancam Punah, Balai Bahasa Siapkan Kamus

"Untuk saat ini ketiga bahasa ini memang masih digunakan. Namun sudah banyak percampuran di dalamnya dan ini terjadi dari generasi

Tayang:
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Nasaruddin
Net
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini, di Kalimantan Barat memang belum ada bahasa daerah yang punah.

Namun seiring waktu, penggunaan bahasa daerah dipengaruhi oleh bahasa lain karena berbagai faktor.

Berdasarkan penelitian dari Balai Bahasa Kalimantan Barat tahun 2016, dari 10 besar bahasa daerah yang terdapat di Kalimantan Barat, ada tiga bahasa yang mengalami kemunduran, yaitu bahasa Dayak Bukat, Bahasa Dayak Tengon, dan Bahasa Dayak Taman. 

(Baca: Hari Sumpah Pemuda, Yuk Baca Sama-Sama Teks Sumpah Pemuda )

Peneliti Kalimantan Barat, Irmayani mengatakan ketiga bahasa ini memang masih digunakan.

Namun sudah tercampur dengan bahasa yang bukan bahasa asli.

(Baca: Video Mesum - Pemeran Pria Mengaku Sengaja Sebarkan Video Dengan Kekasihnya )

"Untuk saat ini ketiga bahasa ini memang masih digunakan. Namun sudah banyak percampuran di dalamnya dan ini terjadi dari generasi ke generasi hingga akhirnya generasi baru menganggap bahasa ini bahasa asli," katanya, Jumat (27/10/2017).

Khusus untuk bahasa Taman,  menurutnya bahasa ini mengalami kemunduran karena jumlah penutur bahasa aslinya semakin sedikit dan bahasa Taman sudah dicampur bahasa lain. 

Pengaruh bahasa lain membuat eksistensi bahasa asli tergerus.

(Baca: Dukung Usaha Mahasiswa, Bank Kalbar Akan Luncurkan Kredit Tanpa Bunga )

Dengan bertambahnya waktu, tidak menutup kemungkinan kelak bahasa ini akan tergantikan dengan bahasa lain seperti halnya bahasa Piru di Maluku Utara yang telah punah. 

"Pergantian bahasa ini terjadi sedikit demi sedikit. Mulai dari nama-nama benda misalnya. Tingkat kelahiran yang tinggi tidak menjamin suatu bahasa daerah dapat bertahan, karena tanpa adanya transformasi bahasa itu sendiri maka bahasa tersebut pelan-pelan akan musnah," jelasnya. 

(Baca: Innalillah, Dunia Literasi Berduka, Penulis Mempawah Tempo Dulu Tutup Usia )

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved