Mandai Cripsy, Olahan Kulit Cempedak yang Melegenda Dari Balikpapan

Olahan kulit cempedak sangat terkenal di Kalimantan Timur, di sana kulit cempedak dijadikan teman menyantap nasi dan cemilan.

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Produk olahan kulit cempedak ini turut dipamerkan di stand Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur pada acara World Food Day yang diadakan di Kodam XII Tanjungpura, Jumat (20/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Cempedak merupakan satu dari buah khas Kalimantan yang bisa dinikmati untuk cemilan maupun sayur.

Biasanya yang dijadikan cemilan adalah daging buah cempedak yang diberi tepung beserta gula dan garam lalu digoreng, sedangkan yang dijadikan sayur adalah buahnya yang muda.

Buah yang memiliki aroma hampir sama dengan nangka ini tidak hanya bisa dinikmati sampai ke bijinya, ternyata kulitnya juga bisa dimakan. 

(Baca: Pekerja Kapal Wisata Dukung Aturan Pemkot )

Olahan kulit cempedak sangat terkenal di Kalimantan Timur,  di sana kulit cempedak dijadikan teman menyantap nasi dan cemilan.

Mereka menyebutnya mandai. Mandai adalah makanan khas orang Banjar, yaitu daging buah kulit cempedak yang dikupas bersih, kemudian direndam dengan garam, diiris kecil-kecil dan dilumuri tepung lalu digoreng.

Rasanya renyah, seperti perpaduan kerupuk dan daging. 

Produk olahan kulit cempedak ini turut dipamerkan di stand Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur pada acara World Food Day yang diadakan di Kodam XII Tanjungpura.

(Baca: Pengunjung Antusias Pada Pameran Peringatan Hari Pangan Sedunia di Makodam XII Tanjungpura )

Ditemui di tengah ramainya pengunjung, satu dari penjaga stand, Maradona mengatakan Mandai telah menjadi makanan khas Kalimantan Timur, tepatnya berasal dari Kabupaten Balikpapan.

Dia menuturkan mulanya mandai hanya dimakan sebagai lauk oleh orang Banjar, rasanya yang sama dengan daging ayam membuat kulit cempedak menjadi makanan yang digemari di suku ini.

“Pengolahannya juga sangat sederhana, hanya direndam menggunakan garam, dicampur cuka kemudian digoreng, masyarakat Banjar menyantapnya bersama nasi sebagai lauk,” katanya,Jumat (20/10/2017).

Seiring meningkatnya kebutuhan dan berkembangnya kreativita, kini mandai tidak hanya diolah untuk dijadikan lauk. Supaya bisa menikmati mandai tanpa harus menunggu musim buah cempedak tiba, maka ibu-ibu PKK di Kabupaten Balikpapan berinovasi dengan menghadirkan Mandai crispy.

“Buah cempedak kan buah musiman, kalau tidak musim cempedak tidak bisa menikmati mandai, jadi anggota UP2K dari PKK Balikpapan berinisiatif membuah olahan mandai yang lebih tahan lama sehingga bisa dinikmati kapan saja,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved