Dinas Sudah Vaksinasi Anjing di Beberapa Desa Perbatasan Sekadau

Vaksinasi yang dilakukan tersebut, dikatakannya ada sekitar 6 desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sekadau menjadi tempat pelaksanaan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Tim vaksinasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sekadau, saat melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan warga, guna mengantisipasi rabies, Senin (16/10/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Kepala Bagian (Kabag) Peternakan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Wiryono mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing yang berada di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sekadau.

Bahkan vaksinasi dilakukan sejak beberapa minggu yang lalu, sebelum adanya kejadian korban meninggal di Desa Sunsong Kabupaten Sekadau yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang seminggu yang lalu.

"Jadi untuk sementara ini semuanya masih aman. Tapi nanti ketika kita ada laporan yang positif masuk ke Sintang. Perbatasan ini sudah kita vaksin semua sampai ke Nanga Pari sana," katanya saat dikonfirmasi Tribun Pontianak, Jumat (20/10/2017) siang.

(Baca: Jarot Minta Warga Jangan Anggap Enteng Anjing Penular Rabies )

Dari vaksinasi yang dilakukan tersebut, dikatakannya ada sekitar enam desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sekadau menjadi tempat pelaksanaan.

Bahkan dari rata-rata 70-100 anjing setiap desa, pihaknya menghabiskan sekitar 500 dosis untuk 500 anjing.

"Pola kita ketika daerah itu rawan di situlah kita lakukan vaksinasi. Untuk antisipasi anjing penular rabies ini. Bahkan sampai ke daerah Ketungau Hulu sudah kita lakukan," katanya.

(Baca: Jarot Minta Warga Jangan Anggap Enteng Anjing Penular Rabies )

Selain turun langsung ke lapangan, pihaknya juga telah menyiapkan warga-warga dari daerah yang pernah dilakukan dilaksanakan vaksinasi anjing untuk menjadi petugas vaksinator.

Tujuannya agar petugas ini nantinya proaktif ketika ada mendapatkan kasus.

"Kemarin yang ikut perangkat desa, sudah kita latih, kita bekali, dan kita berikan tugas untuk memantau lingkungan di situ. Ketika nanti ada kasus dia memberikan informasi ke kita atau dia juga langsung membantu vaksinasi di daerah tempat itu dan sekitarnya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved