Breaking News:

Digital Ubah Wajah Dunia

Jika pertumbuhannya stabil, diperkirakan pada 2022 nanti ada 9 miliar pengguna internet mobile di dunia.

TRIBUNFILE/IST
ilustrasi 

Gambaran ini menunjukkan kepada bahwa sesungguhnya sebagai pasar, bangsa Indonesia mampu menyerap begitu besar peranti global ini menjadi bagian kehidupan sehari hari.

Bagaimanapun juga kita sekarang ini sudah `dibelenggu' oleh namanya handphone sebagai perangkat yang melekat secara pribadi di setiap waktu kehidupan kita. Seolah-olah kita kelak tidak akan bisa hidup tanpa handphone, tanpa komunikasi.

Perangkat ini bukan sekadar menjadi alat penghubung biasa, tetapi sudah menjadi bagian hidup yang tidak terpisahkan.

Lalu kemudian muncul pameo: Lebih baik tidak sarapan untuk beli pulsa.

Artinya kita sekarang ini mendahulukan pulsa sebagai kebutuhan paling depan.

Bahkan kadang mengalahkan keperluan perut.

Perut lapar masih bisa ditahan, tetapi bila masih ada pulsa di handphone, cukup tekan tombol hubungi teman `minta diajak sarapan'.

Digital terus berkembang dan `menguasai' hajat hidup orang banyak, oleh karenanya kita bakal sengsara manakala tidak segera `menguasai' pula kecakapan menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini.

Termasuk ketika kita membutuhkan kecepatan layanan transportasi.

Begitu cepat pertumbuhan aplikasi transportasi di seluruh dunia.

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved