Digital Ubah Wajah Dunia
Jika pertumbuhannya stabil, diperkirakan pada 2022 nanti ada 9 miliar pengguna internet mobile di dunia.
Bahkan kadang mengalahkan keperluan perut.
Perut lapar masih bisa ditahan, tetapi bila masih ada pulsa di handphone, cukup tekan tombol hubungi teman `minta diajak sarapan'.
Digital terus berkembang dan `menguasai' hajat hidup orang banyak, oleh karenanya kita bakal sengsara manakala tidak segera `menguasai' pula kecakapan menggunakan dan memanfaatkan teknologi ini.
Termasuk ketika kita membutuhkan kecepatan layanan transportasi.
Begitu cepat pertumbuhan aplikasi transportasi di seluruh dunia.
Lewat aplikasi ini, sesungguhnya masyarakat sudah dipangkas begitu banyak keruwetan yang selama ini dialami.
Mencari ojek atau taksi tidak harus menunggu lama-lama berdiri di tepi jalan.
Aplikasi ini pula memudahkan pengguna maupun penyedia tidak harus beradu urat soal harga. Tercatat dan terjamin kepastiannya.
Kelebihan-kelebihan jasa transportasi digital menyebabkan begitu cepat mendapat respon positif bagi pengguna.
Effeksnya jelas, penyedia jasa non-digital terpukul habis-habisan. Mengapa? Karena memang jauh beda layanannya. Ini persoalan teknologi.
Sekarang ini seolah berbenturan jasa layanan transportasi konvensional dan digital.
Bahkan di beberapa wilayah di Indonesia terjadi aksi unjuk rasa menolak transpotasi yang menggunakan aplikasi digital.
Inilah gambaan nyata keterkejutan budaya sebagai efek dalam keterkejutan masa depan.
Belajar dari situ hanya ada dua jawaban: menyesuaikan diri atau mati! Keras memang faktanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/peta-digital_20161026_084555.jpg)