Polres Sintang Minta Warga Pro Aktif Cegah Masuknya Aliran Baha'i di Sintang

Kepada para masyarakat apabila mengetahui adanya kegiatan keagamaan seperti aliran BAAHI diingkungannya dapat segera menginformasikan

Tayang:
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Kasat Intelkam Polres Sintang melalui Paur Subbag Humas, Iptu Hariyanto mengharapkan peran aktif Tokoh Agama, Alim Ulama, Pemuka Agama , Tokoh Adat, DAD dalam mengantisipasi secara bijak terkait indikasi masuknya Aliran  Baha'i di Kabupaten Sintang.

"Tentunya bisa melalui cara memberikan bimbingan keagamaan dan penyampaian tentang agama dengan baik dan sesuai ajaran agama itu sendiri. Agama yang diakui oleh pemerintah atau negara secara resmi," kata Iptu Hariyanto kepada Tribun Pontianak, Rabu (11/10/2017) siang.

(Baca: Hari Pertama Pemetaan Kompetensi, Ini Kata Pejabat di Kabupaten Sintang )

Jika itu sudah dilaksanakan dan diterapkan dengan baik oleh masyarakat.

Tentu masyarakat akan paham akan aliran yang tidak sesuai dengan ajaran agama itu sendiri dan masuk di lingkungan mereka.

"Maka dengan sendirinya masyarakat akan tahu kalau aliran tersebut tidak benar dan dengan mudah untuk menolak aliran tersebut. Jadi peran2 para Tokoh Agama, Tokoh Adat, DAD, Alim Ulama dan pemuka Agama dan masyarakat sangat penting sekali," katanya.

(Baca: Pemkab Sintang Lakukan Pemetaan Kompetensi Pejabat Eselon )

Selain itu, ia juga dihimbau kepada para masyarakat apabila mengetahui adanya kegiatan keagamaan seperti aliran  Baha'i diingkungannya dapat segera menginformasikan kepada perangkat desa terdekat untuk selanjutnya dilaporkan ke Polres Sintang.

"Ajaran atau aliran Baha'i  ini sendiri merupakan gabungan dari beberapa agama yang ada, dalam pelaksanaannya sangat tidak sesuai dengan agama yang diakui di negara ini. Jika masyarakat mengetahui, segera laporkan ke RT/RW, Kades dan Lurah setempat," imbaunya.

Oleh karena itu, jajaran Intelkam Polres Sintang beserta instansi terkait saat ini sedang melakukan langkah cepat mengantisipasi berkembangnya ajaran atau aliran Baha'i  di Kabupaten Sintang.

Sehingga tidak berkembang seperti kejadian di Mempawah (Gafatar).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved