Bunyi Palu Hakim yang Tak Enak Didengar

Hakim tunggal praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan `menganulir' penetapan tersangka megakorupsi KTP elektronik.

Bunyi Palu Hakim yang Tak Enak Didengar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SIDANG - Hakim Tunggal Cepi Iskandar memimpin sidang praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (12/9/2017). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - KECEWA! Ya, kita semua lagi-lagi disuguhi sebuah dagelan konyol dari drama pendek meja hijau di negeri ini.

Hakim tunggal praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan `menganulir' penetapan tersangka megakorupsi KTP elektronik.

Adalah Cepi Iskandar yang menjadi hakim ke sekian di PN Jaksel yang memberi kabar suka bagi tersangka korupsi.

Sebelumnya, lima hakim di pengadilan yang sama juga melepas sejumlah tersangka korupsi yang dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dan, kini, lagi-lagi, lembaga antirasuah itu harus mendengar bunyi ketukan palu hakim yang sangat tidak nyaman didengar gendang telinga.

(Baca: Menangkan Setya Novanto, Hakim Cepi Rajin Salat Meski Terbentur Sidang )

Dan, benar seperti selama ini dikatakan banyak orang, Setya Novanto adalah sosok yang benar-benar sulit `disentuh' hukum.

Terbukti, politisi Partai Golkar itu kembali bisa lolos dari jerat hukum yang dipasang oleh KPK.

Dari kasus Setnov -demikian politisi berwajah innocence ini biasa disapa-memberi gambaran bahwa tak ada yang sulit membuat `mandul' berbagai perangkat aturan di negeri ini.

Tidak salah kalau ada yang memarodikan vonis (putusan) hakim Cepi Iskandar pada hari Sabtu (29/9) adalah `hari kesaktian' Setnov.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved