Peduli Sesama, DAD Kalbar Beri Bantuan Kepada Korban Banjir Landak
Dalam kesempatan itu Jakius juga menyampaikan, DAD Kalbar dalam memberikan bantuan tidak pilih kasih.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Steven Greatness
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Barat, menyerahkan bantuan untuk korban bencana banjir di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Landak, Minggu (24/9/2017) sore.
Penyerahan bantuan diserahkan langsung Ketua DAD Kalbar, Jakius Sinyor beserta Ketua Bidang Bencana Angeline Fremarco dan diterima oleh Wakil Ketua DAD Landak Yohanes Meter dan Sekretaris Marsianus.
Aksi Solidaritas DAD Kalbar untuk korban banjir di Kabupaten Landak merupakan bantuan kedua setelah sebelumnya memberikan bantuan di Kabupaten Ketapang untuk Kecamatan Tubang Titi dan Jelai Hulu.
Ketua DAD Kalbar, Jakius Sinyor mengatakan, bencana alam terjadi tidak ada keinginan dari siapapun, karena kebetulan cuaca yang tidak menentu, sebab di Jawa sedang kemarau tapi Kalbar banjir.
"Kita mendapat berita banjir itu ada di Ketapang, Landak, Sintang, Kapuas Hulu, dan Melawi. Untuk data yang sudah kami dapat yakni di Ketapang dan Landak. Jadi berdasarkan data yang masuk kita beri bantuan," ujarnya.
Dijelaskannya, untuk di Ketapang jumlah korban yang tekena bencana banjir cukup banyak. Di mana Kecamatan Tubang Titi ada 1500 KK dan Kecamatan Jelai Hulu ada 399 KK.
"Bantuan yang kami serahkan adalah bagian dari visi misi DAD Kalbar," katanya.
Diakuinya, untuk memberikan bantuan tersebut pihaknya membuka posko selama 19 hari. Selain dari para pengurus, sumbangan banyak juga diterima dari para donatur serta yayasan.
"Setelah kami input, ada 5 ton beras dan 490 dus Indomie. Ada juga minyak goreng dan gula," terangnya.
Bantuan tersebut akhirnya diserahkan untuk Kabupaten Ketapang. Sedangkan untuk Kabupaten Landak, Jakius menyerahkan 2 ton beras dan 150 dus Indomie.
"Itu nantinya untuk Kecamatan Ngabang, Kuala Behe dan Sompak," bebernya.
Dirinya berharap, bantuan yang diberikan tersebut jangan dilihat dari nilainya tapi kepeduliannya.
"Karena tidak semua orang bisa peduli, walau pun dia punya duit. Kita sebagai orang percaya, cinta kasih yang kita ke depankan," ungkapnya.
Dengan demikian Jakius menegaskan, pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu tugas DAD dalam melaksanakan kepedulian kepada sesama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dad-kalbar-jakius-sinyor_20170924_192122.jpg)