Citizen Reporter
Gunung Agung Berstatus Siaga, Wisata di Pulau Dewata Tetap Aman
Beberapa kedutaan asing menanyakan kepada Posko BNPB mengenai kondisi aktivitas Gunung Agung dan penanganannya.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Rizky Zulham
Kehadiran wisatawan dan industri pariwisata memberikan kontribusi besar, seperti kesempatan lapangan kerja, pembiayaan infrastruktur, dan kampanye-advokasi.
Bencana memiliki potensi untuk dampak jangka panjang dan mengancam kehidupan manusia serta bisnis, termasuk di dalamnya adalah infrastruktur, pelayanan, transportasi, akomodasi, dan elemen pariwisata lainnya.
Oleh karena itu, manajemen risiko bencana perlu disiapkan dengan baik dalam pengembangan pariwisata. Banyak kasus membuktikan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat yang berada di suatu destinasi, berbanding positif dengan tingkat kesiapsiagaan.
Dengan adanya upaya pembangunan manusia bersamaan dengan pengembangan infrastruktur mitigasi, maka dapat menguatkan daya adaptasi suatu destinasi.
Upaya menghadapi bencana tidak cukup dengan sekedar memberikan rambu-rambu atau papan informasi. Rencana dan sistem evakuasi bencana yang sudah dibuat perlu disosialisasikan dan dilatihkan terus menerus.
Akan lebih baik lagi jika bisa melibatkan wisatawan dengan komunikasi yang baik agar mereka tidak terganggu dan malah merasa aman, sehingga ketika bencana terjadi, maka seluruh aksi akan terjadi dimana pengambilan keputusan dilakukan secara cepat dan tepat pada keadaan darurat, termasuk perihal komunikasi saat krisis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gunung-agung_20170914_213521.jpg)