Narkoba Jenis Baru Banyak Beredar, Pengamat Minta BPOM Tingkatkan Pengawasan

Masyarakat juga harus melaporkan jika menemukan hal keganjilan. Jangan merasa takut.

Narkoba Jenis Baru Banyak Beredar, Pengamat Minta BPOM Tingkatkan Pengawasan
NET
Pil PCC 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Hukum Untan, Ferrys Zainuddin mengatakan Banyaknya narkoba jenis baru saat ini, membuka peluang semakin maraknya peredaran narkoba. Sebab, jenis baru ini tidak tercover dalam UU. Sehingga orang semakin berupaya mencari dan memanfaatkan obat-obat dengan yang jenis baru-baru. Bahkan ada obat-obat bermerk yang justru itu yang dimanfaatkan.

"Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mestinya melakukan pengawasan harus lebih kuat lagi. Bisa mencontoh tindakan dari Polantas, itu sangat bagus dengan melakukan razia secara kontinu. Dan itu akan sangat efektif, menimbulkan efek jera, pelanggarnya akan merasa takut, meski memang selalu ada tapi tidak banyak," terang Zainuddin.

(Baca: SPBU Kampung Pasir Diserbu Pengendara )

BPOM harusnya  melakukan razia serupa Polantas pada toko-toko, apotek agar tempat penjual obat-obat yang mengandung efek berbahaya itu tidak terjual lagi dan bisa dipastikan akan aman.

Namun yang terjadi saat ini, tidak pernah Balai POM melakukan razia. Karena biasanya jikapun ada makanan itu ketahuan mengandung zat berbahaya itu kalau sudah besar.

"Di tempat penjualan obat atau lainnya saat ini beranggapan kalau jual obat biasa tidak akan menguntung, mereka malah menjual barang yang bermrek dari luar," tambahnya.

Coba kalau Balai POM melakukan razia dan menangkap pelaku-pelakunya yaitu penjual tentu akan menimbulkan efek jera dan tak akan tersebar hingga luas. Selama ini kita tidak mendengarnya adanya penangkapan. 

Ini merupakan bentuk kelalaian dari mereka karena tidak adanya tekanan dari atasan. Karena tidak kritikan terhadap Balai POM beda dengan Polantas mereka mendapat kritikan karena mereka bekerja.

Makanya, saat ini perlu dibangun pada masing-masing pihak kemanan yang berhubungan dengan pengamanan obat-obatan, makanan dan minuman harus mendapat dukungan semua pihak dan lebih gencar lagi melakukan razia.

"Masyarakat juga harus melaporkan jika menemukan hal keganjilan. Jangan merasa takut.   Bisa juga upayakan pemerintah memberikan reward terhadap orang yang melaporkan atau menemukan sampai terbukti. Justru ini akan lebih murah, dengan harus menggunakan anjing pelacak,' imbuhnya.

Jadi, kalau ini terus dibiarkan akan hancur. Masyarakat harus bekerjasama dengan aparat keamanan. Dalam artian yang berkaitan dengan makanan dan obat-obat. 

Jika apotik tidak terawasi barang-barang yang harusnya menggunakan resep dokter juga tetap dijual. 

"Kalau saya katakan tidak ada korban semuanya pemakaian. Sebab sebelum menggunakan harus memiliki dulu," tandasnya.

Penulis: Madrosid
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved