Kurangnya Bantuan Mesin Pemanen, Petani Desa Sepinggan Kerap Terlambat Panen

Yang menjadi permasalahan menurutnya, pada masa panen padi, para petani Gapoktan Semangat Maju hanya memiliki waktu panen selama satu bulan.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Mesin Combine Harvester yang berada di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Kamis (14/9/2017). alat dan mesin pertanian (Alsintan) ini dalam waktu dekat akan dibagikan kepada kelompok-kelompok tani di Kabupaten Sambas. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Gapoktan Semangat Maju Desa Sepinggan, Kecamatan Semparuk, M Yatim (55) membenarkan bahwa Gapoktan yang dipimpinnya akan mendapatkan bantuan 1 unit Combine Harvester atau mesin pemanen ukuran besar dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas.

"Bantuan 1 unit Combine Harvester ukuran besar yang nanti kami dapatkan, nantinya akan kami pergunakan bergiliran untuk memanen padi," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2017).

Gapoktan Semangat Maju terdiri dari 28 kelompok tani. Dalam setiap kelompok tani beranggotakan 30 sampai 40 petani.

(Baca: Kelompok Tani Akan Terima Bantuan Alsintan, Ini Pesan DPRD Sambas )

"Luasan lahan garapan kami kan berbeda-beda, ada yang 1 hektare per orang, ada juga yang 2 hektare. Paling minim sekitar setengah hektare, dan paling luas itu 3 haktare," jelasnya.

Yatim bahkan sudah mengetahui bahwa bantuan yang diterima Gapoktan-nya ini merupakan bantuan pemerintah pusat yang disalurkan oleh Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang berdasarkan usulan aspirasi Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

"Yang jelas kami sangat berterimakasih, walaupun hanya mendapat 1 unit Combine Harvester besar untuk kami satu desa, itu memang sangat membantu. Namun kalau dibilang mencukupi itu masih jauh, karena di Desa Sepinggan ini jumlah areal pertanian seluas 684 hektare. Kami 28 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Semangat Maju yang mengelola lahan itu," ucapnya.

(Baca: Musanif Bertekad Modernisasi Pertanian di Sambas )

Yang menjadi permasalahan menurutnya, pada masa panen padi, para petani Gapoktan Semangat Maju hanya memiliki waktu panen selama satu bulan.

"Sedangkan kemampuan mesin  Combine Harvester itu kan paling maksimal 3 hektare per hari. Kalau kami kerja full 30 hari, hanya mampu berapa hektare. Belum bisa mengakomodir seluruh petani yang tergabung dalam Gapoktan Semangat Maju," jelasnya.

Pada musim panen tahun 2017 ini saja, Yatim terpaksa mendatangkan 4 unit mesin Combine Harvester untuk petani di Desa Sepinggan.

"Baru bisa membantu petani di sini memanen padi lebih cepat. Karena tahun ini kan kami belum punya. 4 mesin Combine Harvester itu didatangkan dari Kecamatan Tebas dan Kecamatan Semparuk,"ujarnya.

Jadi mesin didatangkan bersama dengan operatornya. Untuk upahnya dikatakan sekitar Rp 2 juta per hektare.

Sementara 4 mesin itu bisa digunakan bisa menyelesaikan panen selama hampir 2 bulan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved