Smart Woman

Menginspirasi, Ini perjalanan Hidup Dara Pekan Gawai Dayak 2017 Yang Wajib Kamu Contoh

Dara Pekan Gawai Dayak 2017, Yoanli Theresa Dea sebenarnya dari kecil adalah anak yang sedikit tomboy.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Dara Pekan Gawai Dayak 2017, Yoanli Theresa Dea 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKDara Pekan Gawai Dayak 2017, Yoanli Theresa Dea sebenarnya dari kecil adalah anak yang sedikit tomboy.

Tapi orang tuanya tak mempermasalahkan hal ini.

“Hal itu mulai terlihat dari sd smpai smp yang benar-benar terlihat tomboynya. Saya juga termasuk anak yang berprestasi di bidang akademik dari sd sampe smp nilai dan raport saya baik,” ujarnya.

(Baca: Bikin Spechless, Ini Mimpi Dara Pekan Gawai Dayak 2017   )

Seiring berjalannya waktu ia kemudian masuk kesekolah favorit yang mengharuskannya jauh dari orangtua. Disitulah ia harus belajar mandiri. Di masa sma ia harus bersaing dengan teman-teman yang menurutnya sangat pintar di bidang akademik dan akhirnya ia kalah.  Tak ingin sampai disitu aja, Dea kemudian mulai berpikir bahwa tidak hanya akademik yang harus ditekuni tetapi nonakademik juga. Akhirnya ia harus melakukan sesuatu, jadi ia memilih ikut ekstrakurikuler paskibraka.

“Tahun itu akan ada seleksi paskibra tingkat kabupaten Sanggau dan saya ikut, saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa tetapi saya harus menerima bahwa saya tidak terpilih. Sebenarnya kecewa karena teman seperjuangan bisa berhasil saat itu,” terangnya.

(Baca: Dara Pekan Gawai Dayak 2017: Jangan Malu Akui Budaya )

Tak ingin berhenti, ia kemudian mencoba lagi ditahun berikutnya dan lolos.

Mulai saat itulah ia aktif mengikuti kegiatan-kegiatan dan pemilihan duta.

Perjalannya tak instan, ia sudah sering dihadapkan dengan kegagalan yang terkadang membuatnya kecewa dan patah semangat.

Tapi tuhan sangatlah baik, pada akhirnya sampailah ia mengikuti pemilihan bujang dara yang dimatanya, pemilihan ini sangat bergengsi.

“Saya harus banyak belajar karena menurut saya dara itu anggun bijak denga caranya. Saya membandingkan dengan diri saya yang terlihat masih tomboy dan belum tau banyak tentang dayak. Kembali ke sifat saya yang selalu ingin tahu. Karena menurut saya apabila ingin menjadi seorang dara saya harus tahu siapa dara sebelumnya dan akhirnya mulailah mencari tahu dan mulai belajar dari mereka,” ceritanya.

Dea mulai persiapan untuk menuju hari H karantina sejak H-2 bulan kgiatan ia bersyukur punya mentor yang baik dan selalu mendampingi.

3 minggu sebelum kegiatan setiap hari ia harus latihan catwalk, public speaking dan lain-lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved