Prasetyo Sunaryo: Penzaliman Tidak Dibenarkan dari Nilai Universalnya
Ketua DPP Bidang Organisasi LDII, Prasetyo Sunaryo menuturkan kejadian penzaliman terjadi terhadap etnis Rohingya tidak dibenarkan.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPP Bidang Organisasi LDII, Prasetyo Sunaryo menuturkan kejadian penzaliman terjadi terhadap etnis Rohingya tidak dibenarkan.
"Tentu tidak boleh kita melakukan tindakan penzaliman dalam bentuk apapun, tidak dibenarkan dari nilai universalnya," kata anggota komisi pemberdayaan ekonomi umat MUI ini, Jumat (08/09/2017).
Lalu kalau dari sudut tidak terlepas dari warga negara, menurutnya pemerintah sudah bersikap, MUI juga pada 2016 sudah mengeluarkan pernyataan.
(Baca: Jaringan GUSDURian Tolak Genosida Militer Terhadap Rohingya )
Oleh karena itu, kata sekretaris dewan pakar ICMI ini, tinggal bagaimana berbagai pihak ada kesepakatan menanganinya.
"Kalau ada pengungsi Rohingya, itu yang harus menjadi pembicaraan tingkat nasional," katanya.
Ia pun mengimbau agar atas nama kemanusiaan dan pancasila, setiap pengungsi harus dicari jalan keluar sebaik-baiknya.
"Kita harus mencari tempatkan untuk pengungsi, terlebih Indonesia mempunyai ribuan pulau yang bisa dibuka untuk pertanian, dan perikanan, jadi nanti kita dikenal sebagai bangsa yang manusiawi," ujarnya.
Sekalipun ada kesulitan ekonomi, kewajiban membantu manusia lain yang ada kesulitan harus ada.
Dalam nilai agama, katanya, jika kamu membantu manusia dalam kesulitan, maka Allah SWT akan membantumu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dpp-bidang-organisasi-ldii-prasetyo-sunaryo_20170908_224533.jpg)