Breaking News:

7 Tempat Wisata Rohani dan Budaya di Pontianak, Ada yang Baru Diresmikan Lho

Tempat ibadah umat agama Islam ini pun telah berdiri megah di pusat Kota Pontianak sejak tahun 1978 dan beberapa kali mengalami renovasi.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Masjid Raya Mujahidin Pontianak 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak, selain dikenal sebagai kota peindustrian dan jasa, juga dikenal sebagai kota beragam pariwisata.

Setidaknya ada tujuh tempat rekomendasi yang sangat pantas dikunjungi.

Kini Tribunpontianak.co.id akan membahas tempat kerohanian sekaligus wisata yang sangat menarik dikunjungi.

(Baca: CPNS Kemenkumham 2017 - Pengumumannya Lihat di 2 Situs Ini )

1. Masjid Raya Mujahiddin Pontianak

Massa peserta aksi mulai berkumpul di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (20/5/2017) sekitar pukul 11.30 WIB. Massa aksi bela ulama 205 ini rencananya akan bergerak ke Polda Kalbar.
Masjid Raya Mujahidin Pontianak. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Mesjid Raya Mujahiddin Pontianak, adalah satu diantara Mesjid terbesar yang ada di Kota Pontianak setelah Mesjid Jami' Keraton Kadriyah Pontianak.

Mesjid ini terletak di Jalan Ahmad Yani, Pontianak Selatan, tepat dipusat urat nadi arus kendaraan Kota Pontianak.

Tempat ibadah umat agama Islam ini pun telah berdiri megah di pusat Kota Pontianak sejak tahun 1978 dan beberapa kali mengalami renovasi.

(Baca: Siapa Yang Paling Bahagia di 2017? Simak Indeks Kebahagiaan Kalbar Berikut Ini )

Masjid terbesar di Kalbar tersebut pun telah diresmikan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo pada hari Selasa, 20 Januari 2015 (29 Rabiul Awal 1436 H) ditandai dengan adanya penandatangan pratasti.

Landmark Islami Kota Khatulistiwa ini pun dapat menampung hingga 9 ribu jamaah.

Bangunan masjid ini berlantai dua memiliki luas 60 meter x 60 meter di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar.

Halaman luar masjid pun juga bisa menampung kurang lebih sebanyak 1.600 mobil jamaah yang akan beribadah di Masjid kebanggaan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat tersebut.

2. Gereja Katedral Pontianak

Gereja Katedral St Yoseph Pontianak yang terletak di Jalan Pattimura, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (3/4/2017) siang. Gereja Katedral yang dirombak total pada tahun 2011 dari bangunan lamanya ini bisa menampung sekitar 3 ribu umat. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Gereja Katedral St Yoseph Pontianak yang terletak di Jalan Pattimura, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (3/4/2017) siang. Gereja Katedral yang dirombak total pada tahun 2011 dari bangunan lamanya ini bisa menampung sekitar 3 ribu umat. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Paroki Santo Yoseph Katedral Pontianak merupakan paroki dari Gereja Katolik Roma di pusat Keuskupan Agung Pontianak.

Gereja ini terletak di Jalan Pattimura Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Gereja yang memiliki kapasitas sekitar 10.000 orang ini menghabiskan dana Rp 78,9 milyar.

Ketika memasuki Gereja ini akan langsung disuguhkan dengan tiang tiang yang tinggi juga lukisan kaca orang-orang kudus seperti Gereja-gereja di Eropa.

(Baca: Fladeo Ayani Megamal Pontianak Banjir Promo )

Mayoritas gaya arsitektur yang diterapkan dalam pembangunan ini adalah Arsitektur gaya Eropa.

Namun sekali lagi motif Ornamen Ethnic Dayak turut besar mempermegah interior dari gereja tersebut.

3. Maha Vihara Maitreya

Dua vihara yang berbeda arsitekturnya yaitu Vihara Vajra Bumi Kertayuga (kiri) dan Maha Vihara Maitreya (kanan) di Jalan Ahmad Yani II, Kubur Raya, Kalimantan Barat, Selasa (21/2/2017) malam. Kedua vihara ini merupakan vihara terbesar yang ada di Kab Kubu Raya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Dua vihara yang berbeda arsitekturnya yaitu Vihara Vajra Bumi Kertayuga (kiri) dan Maha Vihara Maitreya (kanan) di Jalan Ahmad Yani II, Kubur Raya, Kalimantan Barat, Selasa (21/2/2017) malam. Kedua vihara ini merupakan vihara terbesar yang ada di Kab Kubu Raya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Maha Vihara ini terletak di Jalan Ahmad Yani II, Kabupaten Kubu Raya, tidak jauh dari Mapolda Kalbar dan perbatasan antara Kota Pontianak dan Kubu Raya.

Pada tanggal 27 Oktober 2013 Maha Vihara Maitreya Kalimantan Barat telah diresmikan.

Ketika akan hendak masuk pertama kali, pasti akan disuguhkan dengan patung Budha yang megah bewarna kuning keemasan.

Maha Vihara Maitreya Kalimantan Barat menjadi salah satu wadah untuk para umat untuk mengembangkan persaudaraan antara sesama umat maupun umat berbeda agama.

4. GKKB Jemaat Pontianak

KOOR - Jemaat GKKB Pontianak mendengarkan koor dalam peresmian gereja tersebut, Rabu (12/12/2012)
KOOR - Jemaat GKKB Pontianak mendengarkan koor dalam peresmian gereja tersebut, Rabu (12/12/2012) (TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA)

Gereja GKKB Jemaat Pontianak adalah gereja kristen protestan yang terletak Jl. Gajah Mada, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan, Kota Pontianak.

Gereja ini diketahui telah ada pada 6 Juni 1935 dan mulai dibangun pada tahun 1977 dan diresmikan pada 6 Juni 1979.

Sekitar 32 tahun kemudian, pada akhir tahun 2011, gedung GKKB Pontianak dirobohkan untuk dibangun gedung yang baru.

Meskipun belum 100 persen selesai, gedung baru GKKB mulai diresmikan penggunaannya pada 12 Desember 2012.

Pembangunan ulang gedung GKKB bersamaan dengan pembangunan ulang dua tempat ibadah megah lainnya, yakni Gereja Katedral Santo Yosef dan Masjid Raya Mujahidin.

5. Rumah Adat Melayu

Rumah adat Melayu Kalimantan Barat yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (30/3/2017) siang. Rumah adat Melayu yang terletak di kawasan perkampungan budaya ini mulai dibangun pada tahun 2003 dan masih terus bertahan hingga sekarang yang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan seni budaya Melayu, maupun tempat resepsi pernikahan. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rumah adat Melayu Kalimantan Barat yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (30/3/2017) siang. Rumah adat Melayu yang terletak di kawasan perkampungan budaya ini mulai dibangun pada tahun 2003 dan masih terus bertahan hingga sekarang yang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan seni budaya Melayu, maupun tempat resepsi pernikahan. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Rumah adat Melayu Pontianak terletak di Jalan Sutan Syahrir Kota Pontianak bersebelahan dengan rumah Radakng dan tidak jauh dari Taman Akcaya Pontianak.

Pembangunan rumah adat Melayu ini diketahui mulai dengan penancapan tiang pertama pada tanggal 17 Mei 2003 hingga selesai dibangun pada tahun 2005.

Bangunan ini terdiri dari balai kerja yang berfungsi sebagai seketariat pertemuan balai rakyat, taman bermain, kios penjualan, balai lustaka yang berfungsi sebagai tempat kajian budaya dan perpustakaan.

Balai budaya yaitu ruang pertemuan sanggar tertutup dan ruang pengelola, panggung terbuka yang berfungsi sebagai ruang persidangan dan gudang, serta pesanggarahan yang terdiri dari penginapan, pertemuan, klinik kesehatan dan tempat pelatihan.

6. Rumah Radakng dan Betang

Rumah adat Dayak yang biasa disebut Rumah Radakng yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (30/3/2017) siang. Rumah adat Radakng ini terletak di kawasan perkampungan budaya ini memiliki panjang 138 meter dengan ketinggian 7 meter. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rumah adat Dayak yang biasa disebut Rumah Radakng yang terletak di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (30/3/2017) siang. Rumah adat Radakng ini terletak di kawasan perkampungan budaya ini memiliki panjang 138 meter dengan ketinggian 7 meter. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Suku Dayak mempunyai dua rumah adat yang terletak di Kota Pontianak.

Rumah adat tersebut adalah rumah Betang yang terletak di Jalan Sutoyo Pontianak Selatan, dan Rumah Radakng yang berada di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru Pontianak.

Untuk rumah Radakng dinyatakan replika rumah adat yang terbesar di Indonesia dengan tinggi sekitar 7 meter, dan panjang 132 meter.

Rumah Radakng juga telah digunakan untuk beberapa acara besar, mulai dari Gawai Dayak sampai dengan Kongres Dayak Internasional yang dihadiri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly.

Sedangkan rumah Betang di Jalan Sutoyo adalah tempat sekreteriat DAD Kalbar, dan sanggar dara dan bujang Dayak.

7. Rumah Budaya Madura

Ketua IKBM Kalbar, Sukiryanto saat menandatangani prasasti pada peresmian Rumah Budaya Madura di Selat Panjang, Senin (24/7/2017) malam.
Ketua IKBM Kalbar, Sukiryanto saat menandatangani prasasti pada peresmian Rumah Budaya Madura di Selat Panjang, Senin (24/7/2017) malam. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Jamadin)

Rumah adat budaya Madura terletak di Jalan Selat Panjang II Kecamatan Pontianak Utara.

Saat peletakan batu pertama pembangunannya, rumah budaya ini dihadiri oleh Bupati Kubu Raya, Wakil Walikota Pontianak, anggota Legislatif, Pimpinan Ormas, perwakilan Dewan Adat Dayak, Majelis Adat Budaya Melayu, Majelis Adat Budaya Tionghoa.

Belum lama ini, rumah adat budaya Madura ini pun telah diresmikan ditandai dengan Halal bi Halal serta penandatangan prastasti.

Tepat peresmian tersebut adalah di bulan Juli 2017 dan dihadiri seorang budayawan nasional KH Zawawi Imron, serta pemutaran film perjuangan masyarakat Madura yang sukses dikancah Internasional.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved