Vonis Mati Terdakwa Sabu

Kejati Usulkan Eksekusi Terpidana Mati Chong Chee Kok Dilaksanakan di Kalbar

Untuk di Kalbar sendiri menurutnya terpidana mati memang didominasi oleh pengungkapan kasus penyelundupan narkoba di daerah perbatasan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Sugiyono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Kalimantan Barat, Sugiyono mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan usulan ke Kejaksaan Agung mengenai pelaksanaan eksekusi mati terpidana mati ke depannya untuk bisa dilakukan di wilayah Kalimantan Barat.

Menurutnya selama ini pelaksanaan eksekusi mati untuk satu orang terpidana mati ke Nusa Kambangan membutuhkan anggaran sekitar 200 juta. Hal ini tentu dirasakan cukup memberatkan dari sisi anggaran.

"Bayangkan kalau 10 orang dari sini yang akan dieksekusi mati, sudah berapa biayanya. Makanya kami memiliki solusi yang sudah disampaikan kepada pimpinan tetapi masih belum ada jawaban," katanya kepada Tribun Pontianak, Jumat (25/8/2017) siang.

(Baca Juga: Kliennya Divonis Mati, Ini Upaya Kuasa Hukum Chong Chee Kok

Untuk di Kalbar sendiri menurutnya terpidana mati memang didominasi oleh pengungkapan kasus penyelundupan narkoba di daerah perbatasan. Bahkan jumlah barang bukti (BB) juga tidak main-main, mulai dari belasan kilogram hingga puluhan kilogram.

Oleh karena itu, pihaknya meminta untuk terpidana mati ada di Kalimantan Barat manakala sudah memiliki putusan yang ikrah, maka untuk pelaksanaan eksekusinya dilakukan di wilayah Kalimantan Barat.

"Dari sisi keamanan bagus di sini polisinya cukup, tentara cukup, tempat lahan eksekusinya juga masih banyak yang kosong. Untuk memberikan efek jera jika dilaksanakan di sini setidaknya menjadi contoh ketegasan hukum kepada pemain dan kurir yang lain," jelasnya.

Lanjutnya bahwa kurir-kurir rata-rata tidak hanya dari orang asing misalnya Malaysia. Bahkan termasuk juga orang Indonesia. Padahal ongkos untuk penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia hanya lima juta, dan itu pun hanya dijanjikan dulu sampai barangnya sampai tujuan.

Penulis: Wahidin
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved