Jika Jadi Wakil Gubernur Kalbar, Ini Visi Misi Awang Ishak
Lahan di Kalbar ini sudah sangat banyak menjadi lahan sawit, tentu tidak mungkin semua masyarakatnya bekerja di sawit
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak : Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur di Pilgub 2018 tentu saja Awang Ishak telah menyiapkan berbagai perencanaan. Termasuk visi misinya dalam membangun Kalbar menjadi provinsi yang mampu bersaing dengan provinsi lain.
"Sebagai gubernur pekerjaannya tentu berbeda dengan wali kota atau bupati, gubernur harus mampu menjadi penyeimbang pertumbuhan daerah, koordinasi perencanaan dan pengawasan serta pengebtasan kemiskinan. Ini tentu gubernur yang menerapkan kebijakan saya lebih memberikan masukan karena memilih menjadi wakil," ujar Awang, Selasa, (15/8/2017)
(Baca: Penanganan Korupsi masih Ada Tawar Menawar, Begini Akibatnya ).
Menurut Awang ia memiliki visi membangun Kalbar menjadi jantungnya Indonesia bagian barat. Satu diantaranya membangun pusat industri di Kalbar.
"Lahan di Kalbar ini sudah sangat banyak menjadi lahan sawit, tentu tidak mungkin semua masyarakatnya bekerja di sawit. Karena sawit ini bisa diolah menjadi kurang lebih 35 jenis industri, inilah yang perlu diperhatikan," ujarnya.
Tentu untuk memiliki tenaga kerja di bidang industri tidaklah mudah, terlebih Awang berkeinginan masyarakat Kalbar lah yang terlibat di pembangunan tersebut.
"Masyarakat perlu dialihkan ke industri, potensi orang kita di Jawa ada 20persen di indsutri garmen. Kenapa kita perlu mereka karena di Kalbar ini jantungnya indonesia bagian barat, selain itu sudah pasti harus ada pelatihan yang diberikan kepada masakayat di sekitar wilayah industri tersebut," lanjutnya.
Untuk posisi yang paling tepat menurutnya diantara kabupaten mempawah dan Kota Singkawang. Karena menurutnya ini disesuaikan pula dengan program pembangunan yang dilakukan Presiden Joko Widodo.
"Dengan pembanguan pelabuhan di kijing dan bandara yang cukup besar di Singkawang sudah selayaknya diantara kedua wilayah tersebut dibangun kawasan industri. Terlebih letaknya juga yang berada di pesisir dan menjadi jantung Indonesia bagian barat," katanya.
Baca: Gabung di Tim Balap Sepeda, Toko Inilah Aditya Beli Tunggangan Besinya
Kemduian dengan adanya sentra industri ini tentu akan ada multiplier efek yang dihasilkan. "Ini juga akan berdampak pada perkonomian dan pembanguna di daerah tersebut, semakin banyak masyarakat yang bekerja di lokasi tersebut akan tumbuh pemukiman-pemukiman dan usaha-usaha kecil lainnya," katanya.
Ia juga mengatakan program pembanguan rek kereta api di jalur Pantura sudah seharusnya di dukung penuh termasuk oleh masyarakat. Selain sebagai transportasi masyarakat kereta api akan menjadi sarana angkut komoditi yang efisien.
"Selama ini komoditi dari berbagai daerah dikumpulkan dengan menggunakan truck. Jika ada kereta api maka hanya dengan satu mesin mampu membawa banyak gerbong Komidi sedangkan dengan truck satu mesin satu gerbong, tentu lebih effisien kereta api, nah masyarakat juga perlu mendukung dengan mempermudah pembebasan lahannya," katanya.
Selanjutnya pandangan ia pada pemerataan pembangunan di setiap daerah juga perlu. Diantaranya dengan meningkatkan potensi yang dimiliki daerah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/awang-ishak_20170627_083331.jpg)