Batu Tinggi, Wisata Saat Musim Kemarau

Tentu bisa, karena pada saat musim kemarau, dengan kondisi air sungai yang surut, sebuah bongkahan batu besar timbul ke permukaaan.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK/RIVALDI ADE MUSLIADI
Para pengunjung tampak ramai di Batu Tinggi desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir. Lokasi tersebut menjadi tempat wisata musiman saat musim kemarau tiba, karena Batu Tinggi akan muncul ke permukaan dengan kondisi air sungai yang surut. 

Apalagi, lokasi batu tinggi itu akan ramai dikunjungi saat sore hari.

Menariknya, tak hanya itu tepat di pasir berbentuk pula di tengah sungai tidak jauh dari batu tinggi juga didatangi pengunjung.

Tempat tersebut menjadi arena bermain bagi anak-anak.

Seperti yang terlihat, sejumlah anak sedang bermain bola dipasir tersebut hingga sore.

Meski menjadi tempat wisata musiman, namun diharapkan pengelolaannya wisata batu tinggi itu dilakukan.

Apalagi, antusiasme masyarakat begitu tinggi untuk berkunjung ke lokasi tersebut.

“Tempatnya bagus untuk foto-foto. Apalagi batu tinggi ini tidak setiap hari ada, hanya muncul kalau musim kemarau saja, saat air sungai surut,” ujar, Agus remaja sekitar yang berkunjung dengan teman-temannya.

Ia mengaku tertarik datang ke batu tinggi untuk melihat langsung lokasi tersebut.

Batu tinggi, kata dia, bisa menjadi alternatif wisata yang bisa dikunjungi masyarakat saat musim kemarau.

“Tetapi tempatnya memang cukup bagus. Senang lah datang ke batu tinggi, karena momennya musiman,” katanya.

Sementara itu, aktivis moeslim forever di Desa Mungguk Rudi Hartono menuturkan, antusiasime masyarakat begitu tinggi untuk datang ke batu tinggi.

Hal ini, kata dia, bisa dilihat banyaknya masyarakat yang mengunjugi bongkahan batu yang hanya muncul saat musim kemarau.

“Kalau sudah timbul setiap hari ramai. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu sore itu ramai sekali,” tuturnya.

Untuk menunjang wisata musiman tersebut, ia berharap agar fasilitas seperti tangga menuju ke sungai bisa diperbaiki.

Apalagi, kondisi tangga saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan masyarakat yang berkunjung harus berhati-hati.

“Harapanya juga kalau bisa ada sarana untuk bermain, sehingga bagaimana membuat tempat itu semenarik mungkin. Kalau tidak oleh pemerintah, pihak ketiga juga tidak masalah. Dari zaman dulu memang sudah ada batu tinggi itu. Menjadi wisata musiman, karena timbulnya saat kemarau saja,” pungkasnya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved