Batu Tinggi, Wisata Saat Musim Kemarau
Tentu bisa, karena pada saat musim kemarau, dengan kondisi air sungai yang surut, sebuah bongkahan batu besar timbul ke permukaaan.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Setiap musim kemarau tiba, ada sebuah fenomena untik yang terjadi di Sekadau.
Dimana para masyarakat sekitar dapat menikmati berwisata di tengah-tengah sungai Sekadau yang berada di sekitar Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir.
Bagaimana bisa berada ditengah sungai namun tetap kering?
Tentu bisa, karena pada saat musim kemarau, dengan kondisi air sungai yang surut, sebuah bongkahan batu besar timbul ke permukaaan.
Baca: Dibacok Orang Tak Dikenal, Hasan Luka Robek di Bagian Perut
Baca: Kerajaan Kubu Akan Menggelar Penobatan Tuan Besar
Warga Sekadau menyebutnya Batu Tinggi.
Batu Tinggi menjadi wisata musiman bagi masyarakat sekitar.
Dimana kita dapat merasakan berada ditengah sungai dengan hanya berjalan kaki, tanpa harus khawatir basah, dan juga tanpa harus menggunkan perahu.
Biasanya masyarakat berbondong-bondong menuju Batu Tinggi saat sore hari.
Selain melepas penat bekerja sehairan, kita juga disuguhkan dengan pemandangan alam yang cantik dan memikmati matahari terbenam.
Warga juga tidak mau ketinggalan untuk mengabadikan momen diatas batu tepat di tengah sungai itu, dan tidak sedikit pula yang mandi di lokasi tersebut.
Tak hanya orang dewasa, remaja bahkan anak-anak juga mendatangi bongkahan batu berukuran cukup luas itu.
Masyarakat yang berkunjung itu tak hanya datang sekedar untuk berfoto-foto saja, melainkan juga ada yang bermain bahkan mandi di sungai.
Apalagi, lokasi batu tinggi itu akan ramai dikunjungi saat sore hari.
Menariknya, tak hanya itu tepat di pasir berbentuk pula di tengah sungai tidak jauh dari batu tinggi juga didatangi pengunjung.
Tempat tersebut menjadi arena bermain bagi anak-anak.
Seperti yang terlihat, sejumlah anak sedang bermain bola dipasir tersebut hingga sore.
Meski menjadi tempat wisata musiman, namun diharapkan pengelolaannya wisata batu tinggi itu dilakukan.
Apalagi, antusiasme masyarakat begitu tinggi untuk berkunjung ke lokasi tersebut.
“Tempatnya bagus untuk foto-foto. Apalagi batu tinggi ini tidak setiap hari ada, hanya muncul kalau musim kemarau saja, saat air sungai surut,” ujar, Agus remaja sekitar yang berkunjung dengan teman-temannya.
Ia mengaku tertarik datang ke batu tinggi untuk melihat langsung lokasi tersebut.
Batu tinggi, kata dia, bisa menjadi alternatif wisata yang bisa dikunjungi masyarakat saat musim kemarau.
“Tetapi tempatnya memang cukup bagus. Senang lah datang ke batu tinggi, karena momennya musiman,” katanya.
Sementara itu, aktivis moeslim forever di Desa Mungguk Rudi Hartono menuturkan, antusiasime masyarakat begitu tinggi untuk datang ke batu tinggi.
Hal ini, kata dia, bisa dilihat banyaknya masyarakat yang mengunjugi bongkahan batu yang hanya muncul saat musim kemarau.
“Kalau sudah timbul setiap hari ramai. Apalagi kalau Sabtu dan Minggu sore itu ramai sekali,” tuturnya.
Untuk menunjang wisata musiman tersebut, ia berharap agar fasilitas seperti tangga menuju ke sungai bisa diperbaiki.
Apalagi, kondisi tangga saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan masyarakat yang berkunjung harus berhati-hati.
“Harapanya juga kalau bisa ada sarana untuk bermain, sehingga bagaimana membuat tempat itu semenarik mungkin. Kalau tidak oleh pemerintah, pihak ketiga juga tidak masalah. Dari zaman dulu memang sudah ada batu tinggi itu. Menjadi wisata musiman, karena timbulnya saat kemarau saja,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/para-pengunjung-tampak-ramai_20170808_171558.jpg)