Hangout Buku
Ciptakan Daya untuk Mengubah Hidup
Bahkan kerinduan untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan kadang terjadi ketika mengambil jarak dari sekolah, atau melihat yang lain tidak....
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guru tanpa Murid punya makna ganda.
Pertama, secara logis bisa berarti, guru yang tidak mengajar lagi di sekolah, yang sudah pensiun atau dinonaktifkan.
Namun, menjadi guru bukan hanya sebuah profesi.
Guru atau pengajar adalah sebuah panggilan.
Guru akan tetap menjadi guru entah di sekolah atau di luar sekolah.
Bahkan kerinduan untuk memberikan yang terbaik bagi pendidikan kadang terjadi ketika mengambil jarak dari sekolah, atau melihat yang lain tidak memberikan yang terbaik, yang seharusnya dilakukan.
Baca: Referensi Film Baru, Valerian And The City Of A Thousand Planets
Ia akan tetap berbicara walau tidak didengarkan. Ia akan tetap menasihati meski tidak diminta.
Kedua, guru tanpa murid juga berarti “sang guru” yang menjadi panutan dalam masyarakat karena kebijaksaaan dan nilai-nilai luhur yang dihidupi.
Penulis sangat yakin, dalam ruang lingkup yang kecil misalnya, dalam keluarga, rekan bermain dan sekolah, atau dalam lingkup masyarakat luas atau pemerintah, kebijaksaaan dan nilai kehidupan kamu pernah dijadikan pelajaran dan dicontohi yang lain.
Dengan begitu, kamu telah menjadi guru.
Jadi, kita semua adalah guru baik di dalam kelas maupun dalam hidup bermasyarakat.
Bahkan kita semua telah menjadi guru bagi diri kita sendiri karena pengalaman hidup seperti pepatah bijak yang mengatakan, pengalaman adalah guru yang paling efektif.
Sesungguhnya dalam diri kamu ada kebijaksanaan, tetapi belum terungkap secara total.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/buku-guru-tanpa-murid-karya-pankras-kraeng-sscc_20170805_131431.jpg)