Angkut Sampah Setiap Hari, Angkuts Jadi Solusi Masalah Pencemaran Lingkungan
Akan memudahkan akses seorang pembisnis berbasis digital untuk mengedukasi para costomer segmen nya
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peluang bisnis berbasis digital di Kota Pontianak masih cukup menjanjikan. Jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya menciptakan pangsa pasar baru bagi dunia bisnis. Hal ini diakui Founder Angkut Sampah (Angkuts), M Hafiz Waliyyudin. Merintis Angkuts bersama dua rekannya, Angkuts menjadi solusi masalah pencemaran lingkungan.
"Di era digital, segala model bisnis bisa jadi mungkin karena kemudahan akses komunikasi. Cost bisa ditekan seminimal mungkin dan pertumbuhan bisnis bisa dicapai secepat mungkin. Terlebih Pontianak, yang sudah memiliki ekosistem penggiat IT sebut saja Pontianak Digital Stream. Akan memudahkan akses seorang pembisnis berbasis digital untuk mengedukasi para costomer segmen nya," ujar Hafiz pada Senin (31/7/2017).
Hafiz mengaku sampah yang diangkut 0,5-1 ton sebulan untuk jasa mamang Angkuts. Sedangkan perharinya jasa Angkuts Housing sekitar 100 Kg perhari. Meski demikian, Kota Pontianak kata Hafiz harus selalu meningkatkan jumlah pengguna aktif internetnya yang produktif bukan sekedar bersosialita. Perbandingan pengguna internet di Pontianak dan jumlah populasi yang ada memang masih menjadi PR bersama, agar masyarakat juga sadar betapa mudahnya di era digitalisasi.
"Bisnis Angkuts sendiri seperti halnya bisnis kuliner, dimana ada makanan atau orang pasti akan ada sampah. Diawal kita memang sempat melewati beberapa fase yang berat tetapi menuju tahun kedua, kita memiliki model bisnis yang fit dan bisa dibilang solutif untuk warga pontianak, jasa angkutan sampah diperumahan. Selain kita membantu para mamang sampah mencari sampah yang masih berharga," ujar Hafiz.
Menjalani bisnis berbasis aplikasi dengan pasar yang sangat luas diakui Hafiz bukan tanpa tantangan. Menjalani bisnis aplikasi ia pun selalu dituntut untuk update dan terus berinovasi. Tak hanya kompetitor, kadang startup yang baru merintis ia akui memiliki kendala resource yang harus mereka atasi.
"Pontianak memasuki fase create your startup, kita anak muda dituntut untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. Semakin banyak penggiat startup digital, diharapkan warga semakin teredukasi dan fase funding yang biasa startup-startup tunggu bakalan mampir ke Pontianak," ujarnya.
Ia berharap konsep penanganan sampah Angkuts dapat diterapkan baik dan teknologi yang Angkuts usung semakin berkembang. Tak hanya dari segi aplikasi mobile, tetapi juga teknologi up cycle dari sampah itu sendiri sehingga Pontianak bisa zero waste untuk pemasukan sampah di TPA," ujarnya.
"Kita juga berharap pelanggan semakin ramai dan warga Pontianak mulai memilah sampahnya dirumah. Jika anda memiliki sampah yang berharga atau sampah terpilah yang bisa dimanfaatkan dan dijual lagi, silahkan download aplikasi Angkuts di Google Play Store & panggil mamang sampah Angkuts menggunakan aplikasi," ujarnya.
Untuk yang ingin berlangganan jasa angkutan sampah perumahan, caranya juga mudah. Hanya dengan mengklik bit.ly/AngkutsHousing untuk mendaftar dan CS Angkuts akan mengkonfirmasi untuk informasi langganan bulanannya. Harganya pun cukup terjangkau mulai Rp30 ribu untuk setiap bulannya.
"Cukup siapkan Rp1000 ribu sehari. Khusus untuk badan usaha dan instansi atau kantor, ada biaya tersendiri. Silahkan hubungi admin kami, cek di official account Angkuts. Kami juga menjual komposter dan beberapa teknologi sederhana penanggulangan sampah diperumahan dan perkantoran. Ayo berlangganan dengan jasa angkutan sampah kami," promo Hafiz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/m-hafiz-waliyyudin_20170731_221029.jpg)