Kongres Dayak Internasional
Video Menteri Yasonna Laoly Hadiri Kongres Dayak di Kalbar
Perhelatan akbar yang dimulai dengan pameran kerajinan rakyat ini dibuka langsung oleh menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly.
Penulis: Anesh Viduka | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) menggelar Kongres Dayak Internasional di rumah Radakng, jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (26/7/2017).
Dengan tema Merajut Benang-Benang Peradaban Dayak Dalam Struktur Zaman Yang Dinamis, dan sub temanya adalah Penguatan Peranan Bangsa Dayak Menuju Epicentrum Pembangunan Sosial dan Budaya, Ekonomi, Bisnis, keuangan, dan Politik.
Perhelatan akbar yang dimulai dengan pameran kerajinan rakyat ini dibuka langsung oleh menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly.
Kongres Dayak International yang pertama kalinya digelar ini bertujuan untuk merumuskan butir-butir protokol Dayak, deklarasi Dayak, dan peta jalan sebagai penguatan peranan masyarakat Dayak menuju epicentrum, pembangunan.
Lewat kegiatan ini diharapkan akan melahirkan sebuah deklarasi masyarakat Dayak dunia yang diberi nama The Declaration Of Dayak For A Better World, yaitu refleksi butiran-butiran protokol yang memuat pernyataan sikap dari masyarakat Dayak dalam menghadapi struktur zaman yang dinamis.
Deklarasi ini merupakan sebuah manifesto upaya politis masyarakat Dayak dalam melakukan repositioning dan reengineering kehidupan sosial dan budaya, ekonomi, bisnis dan keuangan dan politik, baik tingkat nasional maupun International.
Rangkaian acara yang berlangsung sejak 23-27 Juli 2017 ini dukung oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten/kota se Kalimantan, DAD provinsi se Indonesia, ormas Dayak, Lembaga Adat Dayak Malaysia, Brunei Darusalam, Madagaskar, Thailand dan Taiwan.