Kongres Dayak Internasional
Thadeus Yus Sebut Kongres Untuk Perkenalkan Suku Dayak Pada Dunia
Kita ingin dengan adanya Kongres ini, mata dunia melihat adanya suku Dayak yang menjaga hutan Kalimantan yang adalah paru-paru dunia.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua bidang Hukum Adat dan Luar Negeri, Thadeus Yus yang juga dewan pakar MADN berharap, dengan adanya Kongres Dayak Internasional dapat membuat mata dunia terbuka bahwa Dayaklah yang menjaga paru-paru dunia, bukan malah sebaliknya.
"Kita ingin dengan adanya Kongres ini, mata dunia melihat adanya suku Dayak yang menjaga hutan Kalimantan yang adalah paru-paru dunia, karena jika hutan Kalimantan rusak berdampak kepada global warming," ungkapnya, Selasa (25/07/2017).
Baca: Adrianus: Kongres Momentum Publikasikan Kebudayaan Dayak
Menurut Thadeus, yang akan menjadi mentor pada Komisi B Kongres Dayak Internasional, suku Dayak yang hidup identik dengan hutan, maka dari itu, dengan kongres tersebutlah ingin menunjukan Dayak adalah penyelamat hutan bukan pengrusak hutan yang kurang diperhatikan.
Setelah dilantik, Ia pun yakin dengan Ketua yang baru rasa akan membuat DAD lebih baik terlebih dengan pengalaman sebagai aktivis.
"Harapan saya kedepan DAD kedepan lebih baik, bisa memperlihatkan eksistensi untuk kepentingan masyarakat. Dan menjalin hubungan dengan sesama dewan adat lainnya, dirajut dan dirawat kembali," tukasnya.