Kongres Dayak Internasional

Adrianus: Kongres Momentum Publikasikan Kebudayaan Dayak

Kongres inikan membedah sekaligus sebagai momentum untuk mempublikasi kebudayaan Dayak yang mungkin belum diketahui dunia luar saat ini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Drs Cornelis didampingi istri dan panitia serta sejumlah pejabat memukul kangkuang tanda dibukanya pameran Exhibition dan Hiburan Rakyat yang digelar MADN di rumah Radakng,Jl Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (23/7/2017) sore. Acara ini digelar dalam rangka Konggres Dayak International yang berlangsung sejak 23-27 Juli 2017 mendatang dengan tujuan untuk mempromosikan berbagai hasil kerajinan dan prodak budaya masyarakat. Pameran ini diikuti oleh 66 stan dan akan dimeriahkan oleh berbagai penampilan pentas seni dari DAD dan Sanggar seni seluruh etnis yang ada di kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota dewan pakar Dewan Adat Dayak Kalbar, Adrianus Asia Sidot yang baru dilantik menuturkan, dengan adanya kongres diharapkan sebagai momentum untuk mempublikasikan kebudayaan Dayak kepada dunia luar.

"Kongres inikan membedah sekaligus sebagai momentum untuk mempublikasi kebudayaan Dayak yang mungkin belum diketahui dunia luar saat ini," ujarnya, ditemui usai pelantikan DAD Kalbar periode 2017-2022 dipendopo Gubernur Kalbar.

Menurutnya, dengan kongres tersebut akan dibedah kemudian dipublikasikan, dan, kata dia, harus menjadi satu kesepakatan dari orang Dayak, untuk taat azaz pada kebudayaan sendiri, dan eksistensi tersebut ada pada orang Dayak.

"Terkadang orang Dayak kepercayaan diri yang masing kurang, untuk mengelola potensinya dengan baik, sehingga memerlukan orang lain, padahal diri sendiri mampu dan bisa," ungkapnya.

Anggota Dewan Pakar DAD Kalbar yang baru dilantik oleh Presiden MADN, Cornelis ini pun berharap DAD bisa menjadi katalisator kemajuan, dan memperjuangkan harkat martabat orang Dayak.

"Dengan adanya organisasi ini harkat martabat orang Dayak dapat terangkat, dan kemajuan-kemajuan yang ada khususnya dalam hal pendidikan dan kesehatan orang Dayak bisa melakukan sendiri tanpa berharap banyak pada orang lain karena tokoh-tokoh Dayak juga sudah banyak," tukasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved