Sunarko 11 Tahun Hidup Bersama Lidah Buaya

Mulai dari penyiapan media, nanam, memelihara hingga panen. Ini jadi pengalaman tersendiri,

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Net
Tanaman Lidah Buaya 

Cara panennya haruslah hati-hati. Dimulai dengan mengambil dari bawah dengan disayat sedikit dan diputar. Jangan sampai melukai batang yang berdiri.

Baca: Sikapi Kasus Setya Novanto, DPD Golkar Kalbar Ikuti Keputusan DPP

Bila luka dan terjadi hujan, banyak air yang masuk dan menyebabkan busuk. Juga tidak boleh disimpan dengan kondisi pengap karena mempengaruhi ketahanan tanaman.

"Kalau mau dikirim mesti dibungkus koran satu persatu, karena bila tidak bisa luka akibat duri sehingga tidak tahan lama," paparnya.

Harga lidah buaya jenis Aloe chinensis dengan great A yang dikirim keluar Kota Pontianak seharga Rp 2 ribu perkilonya. Berbeda ditingkat lokal harganya berbeda-beda dengan kisaran Rp 1.400 hingga Rp 1.500 bila di ambil langsung ke lokasi.

Lidah buaya jenis Aloe barbadensis dijual dengan harga Rp 2.500 hingga Rp 3 ribu perkilonya. Satu pelepah lidah buaya jenis Aloe chinensis beratnya relatif. Ada yang 8 hingga 9 ons. Ada pula yang 1 kilo, 1,2 hingga 1,3 kilo.

Sedangkan untuk jenis Aloe barbadensis satu pelepahnya bisa mencapai 8 hingga 9 ons. Namun untuk jenis ini tidak dijual ditingkat petani hanya di UPTD saja.

Permintaan lidah buaya banyak menjelang hari-hari besar keagamaan. Bahkan stok ditingkat petani sampai kehabisan.

Dalam satu hektare, idealnya mampu memperoleh 8 ribu batang. Namun ditingkat petani ada pula yang lebih dari 8 ribu batang dalam satu hektare.

Bertani lidah buaya sangat menguntungkan. Pasarnya juga banyak dan luas. Baik tingkat lokal hingga keluar Kota Pontianak. Bahkan luar negeri.

Sunarko sendiri memiliki 100 batang tanaman lidah buaya jenis Aloe chinensis yang ditanam di lahan Jalan Parit Pangeran Pontianak. Ia telah sejak lama menanam tanaman ini.

Kini ia sudah bisa menikmati hasilnya dari panen lidah buaya. Setiap minggunya bila ada permintaan bisa tiga kali ia menjual.

Setiap permintaan yang datang ia mampu menjual 100 pelepah yang dibawa dengan sepeda motor. Bila permintaan banyak ia bisa menjual 300 pelepah setiap minggunya.

"Kalau petani yang antar harganya Rp 1.700 hingga Rp 1.800 perkilo. Kita jual ke UKM," katanya.

Dengan harga jual maksimal Rp 1.800 perkilo, maka berapa perkiraan hasil panennya? Jika petani bisa memperbanyak menjual 300 kilo setiap minggunya maka diperkirakan ia mendapatkan Rp 540 ribu. Artinya dalam sebulan petani dapat memperoleh omset Rp 2.160.000.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved