Sikapi Kasus Setya Novanto, DPD Golkar Kalbar Ikuti Keputusan DPP
Jadi, saya ambil contoh saja seperti ketika Akbar Tandjung menjadi terdakwa, partai Golkar malah menjadi pemenang di Indonesia.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Umum DPD Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur menuturkan, Golkar Kalbar tetap merapatkan barisan dan menghargai keputusan di DPP terkait dengan status tersangka Setya Novanto yang adalah Ketua DPP Partai Golkar.
"Kita jelas Golkar Kalbar dengan menyikapi tentang permasalahan dipusat khususnya yang menimpa ketua umum masalah E-KTP, Golkar sudah jelas bukan mengandalkan satu figur calon, kita selalu kuat dengan sistem konsolidasi dan sistem permasalahan tentang kaderisasi," katanya, Rabu (19/07/2017) ditemui saat sela-sela sebelum Rapat Paripurna DPRD Kalbar.
Untuk itu, kata dia, Golkar Kalbar dengan sikap ini tetap mengadakan konsolidasi terus, dan kerja partai apalagi di Kalbar akan menghadapi lima pemilukada dan termasuk gubernur.
"Jadi, saya ambil contoh saja seperti ketika Akbar Tandjung menjadi terdakwa, partai Golkar malah menjadi pemenang di Indonesia. Saya rasa tidak menjadi masalah, kita tetap ikuti proses hukum yang berjalan, dan sikap di DPP tetap kita hargai," ujarnya.
Menurutnya, di DPP Golkar juga sudah ada ketua harian, sekretaris, wakil ketua bidang organisasi dan pemenangan pemilu.
"Jelas perintah kepada kami, dan di 14 Kabupaten/Kota untuk merapatkan barisan," bebernya.
Prabasa mengatakan, DPD Golkar Kalbar melihat kedepan permasalahan besar kedepan seperti pilkada tidak ada masalah dan tetap berjalan.
"Mengenai Munaslub, kalau mengusulkan Munaslub di seluruh Indonesia dan ada aturannya. Tegas, DPD Golkar Kalbar sesuai dengan perintah DPP Golkar, organisasi tetap terus berjalan dan dipegang ketua harian," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/prabasa-anantatur_20170719_111215.jpg)