Sekda Harap Pengawasan Aksi Bullying di Tahun Ajaran Baru
Dimana aksi tersebut menurut Sekda bisa saja terjadi bahkan dilingkungan sekolah. Karena itu menurutnya Tenaga pendidik dalam hal ini harus lebih wasa
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dimulainya tahun ajaran baru dan telah dilarangnya praktik perpeloncoan yang lebih mengarah ke negatif memang sedikit banyak mengurangi aksi bullying yang biasanya diterima siswa baru.
Sekretaris Daerah Singkawang, Syech Bandar mengatakan kondisi ini bahkan seharusnya menjadi perhatian tenaga pendidik, karena dikhawatirkan aksi bullying dilakukan diluar agenda sekolah tersebut.
"Khawatirnya kita perpeloncoan terselubung, misalnya ada siswa yang merasa senior dan melihat ada siswa baru yang dianggap kurang berkenan kemudian dilakukan bullying oleh sekelompok siswa lain. Ini yang kita khawatirkan, karena kurang terpantau tentunya," ujar Sekda, Selasa (18/7/2017).
Dimana aksi tersebut menurut Sekda bisa saja terjadi bahkan dilingkungan sekolah.
Karena itu menurutnya Tenaga pendidik dalam hal ini harus lebih wasapada.
Baca: Dinkes Catat 70 Kasus Gigitan, Kasus Rabies Renggut Satu Nyawa di Sekadau
"Disini pentingnya pengawasan dari tenaga pendidik, jangan sampai aksi-aksi bullying terjadi di lembaga pendidikan tersebut. Khususnya kepada siswa-siswa baru yang biasanya menjadi korban bullying tersebut walaupun tidak menutup kemungkinan sebaliknya," katanya.
Kemudian menurutnya tenaga pendidik pada jam-jam tertentu dapat melakukan pengecekan ditempat tempat yang dinilai sepi dan jauh dari pemantauan.
Terpenting menurut Sekda tenaga pendidik juga mampu memberikan pemahaman Budi pekerti yang baik.
"Tempat-tempat yang berpotensi dijadikan tempat bullying seperti Toilet, lorong-lorong sepi serta pekarangan dibelakang atau samping sekolah bahkan sampai ke ruangan kosong atau gudang juga perlu diawasi. Tanamkan rasa kasih sayang kepada siswa, sehingga merka yang senior memperlakukan yuniornya seperti adik sendiri begitupun sebaliknya," katanya.
Ia juga berharap pengwasan dari orang tua terhadap anak-anak mereka di sekolah.
Bahkan sekda menyarankan agar setiap orang tua murid harus memiliki nomor kontak tenaga pengajar anaknya di sekolah tersebut.
"Pengawasan orang tua juga penting, terus di pantau kegiatan anaknya, jika anaknya pulang tidak sesuai waktu sudah seharusnya orang tua mencari tau ke sekolahnya. Karena itu penting orang tua menyimpan kontak tenaga pendidik, karena bisa saja anaknya mendapat jam belajar tambahan," lanjutnya.
Ia berharap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebaiknya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat.
Kegiatan yang bernilai edukasi khususnya bagi siswa baru yang akan menimba ilmu di sekolah tersebut.
"MPLS itu sebaiknya memang untuk mengenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah tersebut. Jangan diisi dengan kegiatan yang tak ada kaitannya dengan edukasi," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sekda-singkawang-syech-bandar_20170705_170443.jpg)