Berita Video
Mahasiswa Asal Sungai Kunyit Ini Dedikasikan Lagu Untuk Mempawah
saya ingin kembali merintis dari lagu daerah khususnya berlogat Melayu yang saat ini masih kurang
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Hobi dan kecintaan terhadap musik, juga kecintaan terhadap Mempawah membuat seorang mahasiswa asal Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah, Eko Saputra ingin mendedikasikan karyanya untuk Kabupaten Mempawah melalui lirik demi lirik lagu.
Melalui lagu yang diciptakannya sendiri berjudul 'Mempawah', Eko berharap dapat membuat Mempawah lebih dikenal didaerah luar seperti satu diantaranya tempat wisata.
"Kenapa saya mengambil tema lagu Mempawah, saya ingin kembali merintis dari lagu daerah khususnya berlogat Melayu yang saat ini masih kurang," ujarnya, Minggu (16/7/2017).
Jika di televisi lokal, ia mengaku lebih banyak mendengar lagu-lagu dari daerah lain, namun ia ingin lagu berlogat Melayu khususnya Mempawah ini kembali gencar.
Bahkan ia berkeinginan membuat album dari lagu 'Mempawah' ini hanya saja ia mengaku masih kekurangan dana untuk itu.
"Sekarang masih cari dana, kalau buat rekaman, studio ada yang katanya siap,"ujar mahasiswa Semester IV jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak ini.
Untuk itu, Eko saat ini masih berupaya mencari dana untuk mewujudkan keinginannya mengabadikan lagu yang diciptakannya sejak tahun 2015 ini.
Sementara itu, ia mengaku sudah mencoba menyampaikan kesejumlah pihak seperti pemda dan sejumlah namun belum direspon. "Sudah mencoba ingin bertemu bupati, tetapi belum kesampaian sampai sekarang, kemudian ke DPRD, juga belum bisa,"ujarnya.
Anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Abdul Kadir dan Asnah yang saat ini tinggal di Dusun Tenang, Desa Sungai Kunyit Laut Kecamatan Sungai Kunyit ini mengaku mulai menciptakan lagu sejak duduk dibangku SD ini mengaku sedikitnya sudah 40an judul lagu berhasil ia ciptakan.
Bahkan dari beberapa lagu tersebut pernah dibuat satu album yang merupakan album perdananya 'ES Solo' yang merupakan singkatan dari Eko Saputra Solo. "Tahun 2013 kemarin sudah pernah bikin album satu album ada 8 lagu,"ujarnya remaja kelahiran 28 Juli 1996 ini.
Kendati saat itu album yang digarapnya masih dalam jumlah terbatas. "Karena kemarin promosinya juga kurang, jadi kurang booming,"ujarnya.
Kendati saat itu, ia mengatakan lagu yang diciptakannya masih banyak bernuansa cinta yang identik dengan tema remaja saat ini. Untuk mempromosikannya, Eko mengaku memanfaatkan media paling mudah dan murah yakni media sosial seperti youtube. "Namun kalau di youtube masih banyak lagu-lagu lama,"ungkapnya.
Baginya untuk menyalurkan inspirasi berkreativitas membuat sebuah karya yang enak didengar tersebut, Eko mengaku awalnya dari hobi mendengarkan musik, kemudian lama-lama hobi membuat lagu sendiri. Pengalamannya membawakan didepan umum juga sudah tak bisa dihitung lagi. Terlebih suaranya juga akan membuat hati syahdu.
"Kalau pengalaman tampil dimuka umum sering, ada beberapa kali kesempatan seperti waktu sekolah tampil di Gedung Kartini, lomba di RRI hanya saat itu saingan saya band yang sudah papan atas di Pontianak seperti Manjakani dan sebagainya, sementara saya hanya menyanyikan lagu ini pakai gitar saja,"ujarnya.
Terlahir dari keluarga sederhana dan kuliah mengandalkan beasiswa dari bidik misi ini, hanya bermodal gitar bolong, remaja yang mengaku lahir di sampan saat perjalanan menuju bidan di Desa Sepok Propok Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya ini berharap dapat mendedikasikan karyanya untuk Kabupaten Mempawah. "Saya ingin karya saya untuk Mempawah ini,"ujarnya. (Ita)
Seperti apa lirik lagu yang diciptakan Eko sejak tahun 2015 ini, seperti berikut ini.