PGD Perkuat karakter Budaya Daerah

Hendrika menambahkan gawai diikuti oleh 13 Kontingen DAD Kecamatan se Kabupaten Sintang dengan total peserta sebanyak 269 orang.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/RIZKY PRABOWO RAHINO
Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) Tingkat Kabupaten Sintang sekaligus Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang Hendrika menyampaikan sambutan saat pembukaan gelar PGD Tingkat Kabupaten Sintang di Stadion Baning Sintang, Selasa (11/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) Tingkat Kabupaten Sintang sekaligus Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang Hendrika menerangkan PGD Sintang Tahun 2017 bertema dengan semangat gawai dayak kita tingkatkan toleransi dalam keberagaman.

Pelaksanaan PGD berpusat di Stadion Baning selama lima hari mulai 11-15 Juli mendatang.

Hendrika menambahkan gawai diikuti oleh 13 Kontingen DAD Kecamatan se Kabupaten Sintang dengan total peserta sebanyak 269 orang.

“Satu kecamatan tidak ikut PGD. Konsep gawai dayak yakni keberagaman dalam wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan budaya di bawah naungan Pancasila rumah kita,” ungkapnya saat pembukaan PGD Tingkat Kabupaten Sintang di Stadion Baning Sintang, Selasa (11/7/2017).

Baca: Pembukaan PGD Sintang, Ketua DAD Sintang: Untuk Melestarikan Tradisi dan Menyatukan Sub Dayak

Hendrika mengatakan maksud dan tujuan pelaksanan PGD diantaranya pertama, meningkatkan kehidupan budaya dayak di daerah, serta dapat memperkaya budaya nasional.

Kedua, melestarikan dan mengembangkan seni budaya dayak sehingga dapat dinikmati semua pihak.

“Ketiga, melalui seni budaya dapat memperkuat karakter budaya daerah. Keempat, mewujudkan visi dayak bersatu, dayak maju dan dayak sejahtera sebagaimana diamanahkan dalam Musyawarah Nasional IV Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Tahun 2015,” terangnya.

Sebagai rangkaian PGD, panitia akan selenggarakan seminar nasional terkait pendidikan, penguatan peran dan karakter keluarga dan kearifan lokal suku bangsa dayak melalui filosofi rumah betang.

Lalu, seminar terkait politik identitas dalam NKRI.

 “Dalam memperkenalkan budaya dayak yang tak kalah menarik dengan budaya nusantara dibuka stand. Sebagai wujud solidaritas dan memupuk rasa persaudaraan dilaksanakan display budaya seluruh etnis yang ada di Sintang. Sebagai hiburan ada penampilan artis dayak iban lokal,” tukasnya.

PGD juga mempertandingkan 16 lomba permainan rakyat tradisional diantaranya menumbuk padi dan menampi, menyumpit dewasa perorangan dan beregu, memasak makanan khas dayak, melukis perisai, pangkak gasing perseorangan dan beregu, menganyam manik, lomba tangkap babi, lomba memahat, lomba sastra lisan, lomba sape, lomba tari dayak kreasi, lomba egrang, lomba festival lagu dayak dewasa dan anak-anak, festival budaya dayak kreasi anak-anak, festival grup band etnik dayak, serta pemilihan bujang dan dare gawai.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved