Mobil Ambulans Kecelakaan

Ambulans Kecelakaan di Bukit Rebung Ambawang, Direktur RSUD AM Djoen Sintang Berduka 

Yang pasti tabrakan dengan truk Fuso. Sehingga membuat bagian depan mobil ringsek

Tayang:
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Anak pasien yang akan dirujuk selamat dari insiden kecelakaan Mobil antara ambulans milik RSUD Ade M Djoen Sintang dengan mobil truk Fuso di Jalan Trans Kalimantan, Bukit Rebung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 17:50 WIB 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade M Djoen Sintang, dr Rosa Trifina MPH menyampaikan duka mendalam atas musibah kecelakaan antara mobil ambulans milik RSUD Ade M Djoen yang bertabrakan dengan mobil truk Fuso di Jalan Trans Kalimantan, Bukit Rebung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 17:50 WIB.

"Saya atas nama pribadi dan RSUD Ade M Djoen sangat merasakan duka dan mendalam atas musibah kecelakaan ini. Namanya musibah tentu tidak diharapkan terjadi. Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi," ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak di ruang kerjanya, Kamis (6/7/2017) Sore.

Rosa menerangkan dirinya sempat terkejut ketika pertama kali mendapat kabar kecelakaan mobil ambulans dari rekan-rekannya yang diterima melalui pesan singkat pada Rabu (5/7/2017) sekitar pukul 18:30 WIB.

Baca: Tertibkan Truk Bermuatan Over Kapasitas Bukan Kewenangan Dishub

"Saya kaget. Teman-teman pada kirim pesan terkait kecelakaan itu. Karena banyak yang ngasi kabar tidak hanya teman yang di Sintang saja. Saya pastikan kabar itu. Saya telepon nomor HP pegawai yang ikut di ambulans. Yang ngangkat orang lain. Ternyata benar ada kecelakaan," jelasnya.

Rosa menambahkan dirinya tidak mengetahui persis kronologis kejadian. Berdasarkan informasi musibah bukanlah kecelakaan tunggal.

"Yang pasti tabrakan dengan truk Fuso. Sehingga membuat bagian depan mobil ringsek," katanya.

Satu orang pasien laki-laki yakni warga Kelurahan Tanjung Puri berinisial R menjadi korban meninggal dunia. Sebelumnya, pasien masuk RSUD Ade M Djoen pada Rabu (5/7/2017) pukul 7.05 WIB. Karena tidak bisa ditangani, pasien direncanakan langsung dirujuk dari RSUD Ade M Djoen ke Rumah Sakit Pontianak sekitar pukul 10.00 WIB.

"Hanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), tidak sampai masuk rawat inap. Di status catatan IGD, pasien mengalami stroke dan kelumpuhan anggota gerak badan sebelah kiri. Pasca kecelakaan dibawa ke pemulsaran jenazah RS Yarsi Pontianak. Sudah dikembalikan ke Sintang pada Kamis (6/7) pukul 01.00 WIB dan dimakamkan paginya," jelasnya.

Selain pasien, di dalam kendaraan ada lima orang lainnya diantaranya sopir, perawat pendamping, istri pasien, anak pasien dan saudara pasien. Saat ini kelima orang itu masih mengalami perawatan lantaran mengalami luka berat dan ringan.

"Tiga orang yakni istri pasien, anak pasien dan perawat pendamping berinisial J di rawat di RSUD Soedarso Pontianak. Saudara pasien sudah bisa pulang. Untuk sopir ambulan berinisial SA ditangani di RS Antonius Pontianak, mungkin akan ada operasi atau tindakan medis lainnya," paparnya.

Rosa menambahkan sopir yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengalami cedera paling parah yakni patah tulang kaki. Pihak RSUD AM Djoen memfasilitasi dan memberangkatkan pihak keluarga lakukan pendampingan terhadap para korban yang masih jalani perawatan di Pontianak.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Jasa Raharja dan pihak kepolisian. Kami berbelasungkawa terhadap musibah ini," pungkasnya. (Pra).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved