Diskes Sintang: Informasi Kesehatan dari Mbah Google Ada Betulnya, Tapi Tidak Detail
Hanya dengan menggunakan smartphone maupun gedget lainnya, artikel-artikel informasi kesehatan bisa diperoleh secara instan dari berbagai sumber.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Perkembangan teknologi membuat siapa saja mudah mengakses informasi kesehatan melalui internet.
Hanya dengan menggunakan smartphone maupun gedget lainnya, artikel-artikel informasi kesehatan bisa diperoleh secara instan dari berbagai sumber.
Kendati dipermudah kemajuan teknologi, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Sintang Harysinto Linoh menegaskan informasi kesehatan yang ada di internet tidak detail.
Masyarakat masih perlu menanyakan kepada pihak yang berkompeten, satu diantaranya kepada tenaga kesehatan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Baca: BREAKING NEWS: Sri, Warga Siantan Hulu Hilang Sejak Kemarin Pagi Tanpa Ada Kabar
“Memang informasi dari Mbah Google ada betulnya. Tapi, informasinya tidak detail. Masih perlu ditanyakan kepada dokter,” ungkapnya, Jumat (23/6/2017).
Sinto meminta masyarakat menjadikan Puskesmas sebagai referensi. Puskesmas adalah gudang informasi tentang kesehatan.
Masyarakat harus memanfaatkan keberadaan Puskesmas di tiap desa.
Jangan hanya jadikan Puskesmas sebagai klinik raksasa.
“Mau tanya soal apa saja terkait jenis, pemberantasan dan penanganan penyakit akan dijelaskan detail oleh tenaga kesehatan Puskesmas. Jangan ketika sakit baru ke Puskesmas untuk berobat. Terus sudah sembuh, tidak mau datang ke Puskesmas,” jelasnya.
Selain mengajak masyarakat memanfaatkan Puskesmas, Sinto mengimbau para Kepala Desa (Kades) mengetahui informasi kesehatan dan penyakit apa yang diderita warganya.
Hal ini agar bisa diambil langkah cepat ketika ada problem kesehatan di masyarakat.
“Kades harus aktif bertanya ke Puskemas terkait informasi kesehatan di lingkungan masyarakat. Misalnya, ketika ada satu warga positif DBD (Demam Berdarah Dengue). Kades bisa langsung tanggap dan galakkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di desanya,” katanya.
Sinto tidak memungkiri pihaknya tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan Kades dan masyarakat.
Jika tidak ada peran semua elemen masyarakat, program kesehatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang tidak akan berhasil.
“Semua elemen masyarakat punya peran. Termasuk Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan sebagainya dalam upaya menanamkan PHBS,” tandasnya.