Breaking News

Pria ini Sosok Besar Dibalik Sejarah Terbentuknya Kancil BBK

Pria kelahiran Pontianak, 24 Mei 1985 ini juga sekaligus Direktur PT Budi Bangunan Konstruksi (BBK) yang merupakan sponsor utama tim.

Tayang:
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST
Manajer Tim Kancil BBK Pontianak, Haryadi Zuriansyah. 

Oleh karena itu, Haryadi berinisiatif menyeleksi pemain terbaik Kalbar yang bertanding di Liga Nusantara Kalimantan Barat sebelumnya.

"Di tingkat Kalbar, saya terkesima dengan pemain-pemain Kalbar dari tim peserta. Saat itu saya yakin Kalbar bisa berbicara banyak dan berprestasi di futsal. Kebetulan saat itu, di Region Kalimantan, tersedia 18 slot pemain, dan saat itu pemain kita hanya 12. Makanya kita seleksi dari pemain-pemain terbaik, dari tim besar Kalbar, saat itu ada dari Arsekon, Gapikan, The Boom, dan Yanusa," katanya.

Langkahnya menambah pemain dengan putra daerah asli Kalimantan Barat berbuah manis.

Kancil BBK Pontianak mampu tampil memukau di tingkat regional Kalimantan. Hanya kalah jumlah gol saat itu, Kancil BBK Pontianak duduk di peringkat kedua.

"Kebetulan region Kalimantan, kita runner up, hanya beda jumlah gol dari juara APK Kaltim. Saat itu juara dan runner up akhirnya mendapatkan kesempatan kembali bertanding di tingkat nasional Liga Nusantara," katanya.

Bersama APK Kaltim melaju ke tingkat selanjutnya, lolos juga enam tim lainnya dari regional berbeda.

Akhirnya ada delapan tim yang bertanding di Liga Nusantara (Linus) tingkat nasional. Menakjubkan, Kancil BBK Pontianak kembali memukau.

"Alhamdulillah di Linus Nasional, kita berhasil lolos semi final, dan mendapat juara tiga. Memang dari Linus ini, empat tim yang berhasil lolos ke semi final berhak promosi ke Liga Pro. Artinya kita satu di antaranya," ungkapnya.

Sadar bahwa Liga Pro merupakan kasta tertinggi futsal di Indonesia, Haryadi kemudian kembali melakukan seleksi pemain.

Ada beberapa pemain yang digantikan dengan pemain baru yang memang lebih berpotensi.

"Naik Ligo Pro kita seleksi lagi pemain, dari situ kembali masuk Diaz Riyansyah dan Syahril. Alhamdulillah, debut kita sejak awal kompetisi cukup mengejutkan, tim-tim besar seperti BTS, Vamos, dan Black Steel Manokwari mampu kita imbangi bahkan kalahkan," ujarnya.

Namun di Liga Pro, hasil positif belum bisa didapatkan.

Akan tetapi, secara permainan, Kancil BBK Pontianak mendapatkan banyak pujian.

Bermodalkan putra asli Kalimantan Barat, Kancil BBK Pontianak diperhitungkan sebagi tim berpengaruh di Liga Pro.

"Meskipun kemarin kita hanya peringkat tiga klasemen grup, dan gagal lolos final four. Saya rasa pencapaian kawan-kawan sudah sangat baik. Bayangkan kita sebagai tim promosi, sudah disetarakan dengan tim-tim besar. Bahkan pemain kita juga memperkuat Timnas," terangnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved