Pria ini Sosok Besar Dibalik Sejarah Terbentuknya Kancil BBK
Pria kelahiran Pontianak, 24 Mei 1985 ini juga sekaligus Direktur PT Budi Bangunan Konstruksi (BBK) yang merupakan sponsor utama tim.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Haryadi Zuriansyah atau yang akrab dipanggil Bang Yadi merupakan Manajer Tim Kancil BBK Pontianak.
Pria kelahiran Pontianak, 24 Mei 1985 ini juga sekaligus Direktur PT Budi Bangunan Konstruksi (BBK) yang merupakan sponsor utama tim.
Pria yang baru beberapa hari lalu merayakan hari ulang tahun ke-22 ini juga merupakan seorang ayah dari dua orang anak, dan suami dari Nabila Muzihara.
Selain keluarga, ia mengaku sepakbola dan musik juga menjadi bagian hidupnya.
Baca: KPK Tangkap Oknum Auditor Utama BPK, Ini Identitasnya
"Sepakbola itu seperti anugerah yang telah diberikan tuhan kepada saya sejak lahir. Begitu juga hobi bermain musik. Waktu SD dan SMP, saya kan tinggal di Surabaya, saat itu sempat ikut Sekolah Sepakbola (SSB) di sana, dan memang saat itu bercita-cita sebagai pemain profesional," katanya, Jumat (26/5/2017) pagi.
Hobinya bermain sepakbola juga merambah ke futsal. Bahkan sampai saat ini ia masih seringkali ikut dalam turnamen futsal di sela-sela padatnya pekerjaan.
Ia juga mulai menceritakan bagaimana ia pertama kalinya membentuk tim Kancil BBK Pontianak.
"Tim Kancil BBK Pontianak dulunya terbentuk tanpa disengaja. Pertengahan Oktober 2016, saya di ajak oleh Ketua KNPI Melawi untuk ikut KNPI Cup di sana. Dari situ saya kumpulkan pemain, dan kebetulan ada tim futsal dari Pontianak bernama Kancil," katanya.
Oleh karena itu, dari pemain yang sebagian diambil dari pemain Kancil atau kepanjangan dari kumpulan anak-anak kecil, ia membentuk suatu tim yang solid dan profesional. Tim Kancil kemudian berubah nama menjadi Kancil BBK Pontianak.
"Kebetulan perusahaan tempat saya bekerja, namanya PT Budi Bangunan Konstruksi. Ditambahlah nama tim yang saya menajeri ini menjadi tim Kancil BBK Pontianak. BBK juga sebenarnya saya plesetkan jadi Budak-budak Kalbar yang memang asalnya dari Pontianak," jelasnya.
Setelah terbentuk, Kancil BBK Pontianak tidak hanya mengikuti KNPI Cup tetapi juga Liga Nusantara Futsal Kalimantan Barat yang kebetulan pertama kalinya diselenggarakan di Kalimantan Barat. Fokus tim kemudian terpecah menjadi dua kompetisi.
"Dari dua kompetisi ini, kita sama-sama masuk semi final. Karena harus memilih, akhirnya bersama kita putuskan untuk ikut di Liga Nusantara (Linus). Alhamdulillah, bermain nothing to lose, kita berhasil juara dan mewakili Kalbar ke tingkat Regional Kalimantan," katanya.
Menjadi perwakilan Kalimantan Barat di Liga Nusantara (Linus) Regional Kalimantan, Kancil BBK Pontianak mendapat kesempatan untuk menambah pemainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/haryadi-zuriansyah_20170526_210259.jpg)