Gawai Dayak 2017

Panitia Proklamirkan Ansabi Dayak

Deklarasi dilakukan pula bertepatan pada lomba masak kuliner khas Dayak yang menggunakan bahan dan bumbu-bumbu tradisional.

Panitia Proklamirkan Ansabi Dayak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Ribuan warga tumpah ruah menghadiri Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-32 di rumah Radakng, Pontianak, Minggu (21/5/2017) malam. Pelagelaran PGD di hari kedua ini berjalan dengan lancar, aman dan damai. Pada malam kedua ini menampilkan lomba sastra lisan, jonggan dan atraksi dari suku Indian dan Maori New Zealand. PGD yang berlangsung hingga 27 Mei 2017 ini terbuka untuk umum. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-32 memproklamirkan Ansabi Dayak yang merupakan tanaman sawi yang tumbuh di kampung-kampung orang Dayak di Kalimantan Barat.

Deklarasi dilakukan pula bertepatan pada lomba masak kuliner khas Dayak yang menggunakan bahan dan bumbu-bumbu tradisional.

"Selain ansabi kita juga proklamirkan babi dayak, salam dayak yakni samuk labu dan ada pula yang khas yakni kitab suci perjanjian baru bahasa Dayak," kata Ketua Panitia PGD ke-32, Kartius kepada tribunpontianak.co.id, Senin (22/5/2017).

Kartius mengatakan, empat hal yang diperkenalkan kepada masyarakat sebagai khasnya orang dayak tidak bertentangan dengan undang-undang dan hukum negara.

Baca: Mobil Ford Milik Warga Dusun Binjai Terbakar di Garasi

Ia berharap pada tiga komponen mulai hari ini sudah disebutkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini namanya kearifan lokal," ucap Kartius.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved