Dewan Dorong Kembangkan Koperasi Gabah untuk Petani
"Saya pernah mendorong bumdes tapi tidak jalan. Sekarang seluruh petani bersatu berjuang bersama membangun koperasi atau usaha bersama," katanya.
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menantang para petani untuk mengelola koperasi guna meningkatkan kesejahteraan para penanam padi ini.
Tantangan itu diberikannya kepada petani Tebas, Kabupaten Sambas dimana Sambas merupakan lumbung padi Kalbar.
"Saya pernah mendorong bumdes tapi tidak jalan. Sekarang seluruh petani bersatu berjuang bersama membangun koperasi atau usaha bersama," kata Daniel, Kamis (18/5/2017).
Ia menuturkan konsep yang ditawarkan ialah koperasi yang dibentuk dari para petani ini membeli gabah dari petani.
Baca: Polda Metro Jaya Pastikan Percakapan Mesum Rizieq dan Firza Lewat Whatsapp Asli
Harga beli pun lebih tinggi dibandingkan harga yang ditetapkan pemerintah dan yang biasa dibeli petani.
"Koperasi bisa membeli gabahnya 5.000 per kilogram," kata dia.
Menurutnya gabah itulah menjadi modal utama bagi petani.
Hanya saja ia mengingatkan dengan konsep ini petani tidak bisa mendapatkan uang secara langsung.
Petani mendapatkan uang setelah gabah itu diolah menjadi beras dan dijual.
"Saya tantang jika ini berhasil petani hazton di tebas akan menunjukkan kepada Kalbar, petani tidak menjual gabah tapi menjual beras," ucapnya.
Daniel menilai dengan konsep ini petani mendapatkan keuntungan yang berlipat.
Keuntungan pertama dari harga jual gabah yakni 5.000 perkilo.
Keuntungan selanjutnya dari harga jual gabah yang sudah diolah menjadi beras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/daniel-johan-wakil-ketua-komisi-4-dpr-ri-fpkb-dapil-kalbar_20170510_145702.jpg)