PLN Tunggu Perizinan Pembangunan Gardu Induk Bawah Tanah
Dinilai penting karena gardu dan kabelnya didesain berada di dalam tanah atau tidak seperti jaringan lazim saat ini yang melintasi rumah-rumah.....
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Manajer Area Penyaluran dan Pengaturan Beban (AP2B) PLN Kalbar, Ricky Cahya Andrian menilai kebutuhan Gardu Induk (GI) kabel bawah tanah.
Sebab keberadaan sangat penting guna memastikan listrik tersuplai dengan baik.
Gardu induk kabel untuk melindungi jaringan listrik milik PLN.
Dinilai penting karena gardu dan kabelnya didesain berada di dalam tanah atau tidak seperti jaringan lazim saat ini yang melintasi rumah-rumah penduduk.
Baca: BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Dukun Cabul di Sekadau
Ricky menuturkan tahapan untuk merealisasikan itu masih menunggu penerbitan izin pembangunan Gardu Induk (GI) kabel bawah tanah.
Nantinya jika sudah dibangun, GI ini bakal mengaliri pasokan listrik Saluran Tegangan Tinggi (STT) 150 Kilovolt (kV).
Listrik yang disuplai ini masih termasuk dalam jaringan sistem Khatulistiwa.
“Tahun ini belum dioperasionalkan karena pengadaan setahun dan pembangunan setahun. Kira-kira awal tahun 2019 awal sudah bisa beroperasi,” katanya, Rabu (17/5/2017).
Sistem khatulistiwa adalah jaringan utama berasal dari jaringan induk Malaysia.
Sistem ini memasok listrik bagi pelanggan di Kabupaten Bengkayang, Singkawang, Sambas, Mempawah, Kubu Raya dan Pontianak.
Ricky menilai jaringan ini sangat rentan mengalami gangguan eksternal.
Satu di antara ancaman itu adalah layangan.
Menurutnya 99 persen itu disebabkan layangan.