Re-Grouping Sekolah di Pontianak Sudah Dilakukan Sejak Lama

Rencana pemerintah dan Kementerian Pendidikan dari beberapa tahun lalu, sekolah-sekolah yang berdekatan itu di regrouping.

Penulis: Syahroni | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Suasana pertemuan orangtua murid dengan pemerintah Kota Pontianak di Aula Dinas Pendidikan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Mulyadi mengatalan kalau rencana re-grouping sekolah sudah lama dilakukan.

Bahkan menurutnya semenjak ia belum menjabat kepala dinas memang sudah dilakukan re-grouping sekolah-sekolah yang berdekatan.

"Rencana pemerintah dan Kementerian Pendidikan dari beberapa tahun lalu, sekolah-sekolah yang berdekatan itu di regrouping. Untuk efisiensi manajemen pengelolaan sekolah," jelasnya, Jumat (12/5/2017).

Ditambahkannya kalau re-grouping itu sangat penting berkaitan efisiensi sekolah. Bahkan dulu ada 200 lebih sekolah dasar, menjadi 113 SD saat ini.

"Contoh SD yang diregrouping, SD yang berada di dekat Bundaran Kota Baru, dulu ada empat sekolah dan saat ini dijadikan satu. Tapi dibangun dengan refresentatif," jelasnya.

Baca: Sutarmidji Batalkan Perjanjian Sewa Halaman SDN 01 untuk Parkir Hotel Neo

Banyak lagi sekolah yang diregrouping lainnya. Dengan adanya sistem ini, cukup satu kepala sekolah dan meningkatkan efektivitas manajemennya.

Di SD juga tidak ada tenaga administrasi, sehingga dengan penggabungan seperti ini semakin mengefektifkan admiistrasi yang ada.

Kemudian juga dengan pengelolaan tersebut, guru-gurunya juga akan lebih efektiv. Misalnya dari satu sekolah hanya ada murid 150. Dikatakannya juga tidak terlalu efektiv.

Selain itu dari segi perawatan juga lebih murah dan mudah. Kedepan sekolah yang berdekatan akan dire- grouping semua.

"Macam saye juga sekolah saye sudah tidak ada sekarang. Sekolah di Jalan Nur Ali SD 35, 01 dan SD 01 semuanya sudah dire-grouping. Nanti juga akan ada registrasi sekolah lagi, dan nomor induk sekolah akan berubah lagi dan akan berurutan lagi," ucapnya menjawab keinginan orangtua yang tetap menginginkan anak-anaknya sekolah di SDN 01.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved