Danrindam Tutup TMMD di Bengkayang

Evaluasi demi evaluasi menurutnya terus dilakukan sehingga TMMD ini benar-benar tepat sasaran. Dimana akhirnya mampu membantu kesejahteraan rakyat....

Danrindam Tutup TMMD di Bengkayang
TRIBUNPONTIANAK/TRY JULIANSYAH
Dandim 1202/Singkawang Letkol Czi Darody Agus bersama Bupati Bengkayang Suryadman Gidot menandatangi laporan penutupan TMMD di saksikan oleh Danrindam XII/Tanjungpura, Kol Inf Khairul Anwar di lapangan sepak bola kecamatan Lembah Bawang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (4/5) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Kegiatan TMMD ke-98 wilayah Kodim 1202/Skw ditutup secara resmi oleh Danrindam XII/Tanjungpura, Kol Inf Khairul Anwar, di lapangan sepak bola kecamatan lembah bawang, Kabupaten Bengkayang, Kamis (4/5/2017).

Pada kesempatan itu Danrindam membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral TNI Mulyono.

"Selama satu bulan lamanya para prajurit TNI, anggota Polri, pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat, telah bekerja keras dengan penuh kebersamaan, dilandasi semangat kemanunggalan untuk menyelesaikan program TMMD ke-98 tahun 2017. Kebersamaan yang ditunjukkan dalam program TMMD ini, semoga saja merupakan refleksi dari kemanunggalan yang hakiki antar segenap komponen bangsa, untuk mengatasi berbagai persoalan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Evaluasi demi evaluasi menurutnya terus dilakukan sehingga TMMD ini benar-benar tepat sasaran.

Dimana akhirnya mampu membantu kesejahteraan rakyat dan tentunya menjadi pilar pengaman NKRI.

Baca: BREAKING NEWS: Warga Sungai Pinyuh Gempar, Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri

"Program TMMD telah dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD terus diselenggarakan secara intensif dengan lingkup kerjasama yang semakin luas dengan kementerian-kementerian terkait. Hal ini dilakukan agar program TMMD semakin memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih tepat," tuturnya.

Program TMMD yang semula diselenggarakan 2 kali dalam setahun, ditambah menurutnya kini ditambah menjadi 3 kali.

Hal ini dilakukan, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur Bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila.

"Ini juga upaya kita melestarika budaya gotong royong, sehingga melalui pelestarian budaya gotong royong dan kemanunggalan dalam program TMMD ini, diharapkan kita dapat semakin membentengi diri dari potensi disintegrasi yang dipicu oleh sentimen perbedaan dan sikap intoleransi," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved