1.000 Jurnalis Hadiri World Freedom Day di Jakarta, Ini yang Dibahas

Akibatnya berbagai pelanggaran HAM di Papua tidak tersiarkan secara luas

ISTIMEWA
Suasana peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 yang dipusatkan di JCC, Jakarta, Rabu (3/5/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak, Dian Lestari menghadiri peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 yang dipusatkan di JCC, Jakarta, Rabu (03/05/2017).

"Sedikit tentang peringatan World Press Freedom Day (WPFD) 2017 yang dipusatkan di JCC, diikuti sekitar 1.000 lebih jurnalis dari luar dan dalam negeri," ujarnya, saat dihubungi Tribun Pontianak.

Dikatakannya, setelah kegiatan tersebut pula, AJI Indonesia akan menggelar konferensi pers tentang siapa musuh kebebasan pers di Indonesia.

Menurutnya pula, Indonesia tahun ini menjadi tuan rumah WPFD, setelah 24 tahun event ini digelar bergiliran di berbagai negara.

"WPFD semestinya mendorong Indonesia untuk benar-benar menerapkan kebebasan pers di seluruh daerah. Sayangnya di Papua, jurnalis dari luar negeri masih dilarang meliput," kata Dian Lestari, Ketua AJI Pontianak yang menghadiri rangkaian kegiatan WPFD 2017 di Jakarta, 1-4 Mei.

Ia mengatakan, dengan tidak terbukanya akses jurnalis asing ke Papua, menunjukkan bahwa kebebasan pers di Indonesia tidak sepenuhnya dijalankan. "Akibatnya berbagai pelanggaran HAM di Papua tidak tersiarkan secara luas," ungkapnya.

Ia mengatakan, AJI Indonesia selalu memperjuangkan kesejahteraan jurnalis. Menurutnya pula, jika jurnalis berserikat, maka perjuangan akan solid

"AJI Pontianak mendorong dibentuknya Serikat Pekerja Lintas Media (SPLM). Tentang kebebasan pers dinilai dari regulasi dan praktik. Seringkali di tingkat regulasi tidak ada pengekangan terhadap jurnalis, namun ternyata di lapangan terjadi intimidasi secara langsung dan tidak langsung terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Tapi di atas kebebasan itu ada keadilan dan perdamaian," tukasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved