Sutarmidji Sesalkan Suporter Galang Santunan untuk Persipon

Kemarin saya sudah serahkan Rp 250 juta santunan berasal dari pemotongan honor-honor para pejabat di lingkungan Pemkot.

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Suporter Persipon Galang dana, Minggu (23/4/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -   Persipon hampir saja tidak berlaga di Kompetiai Liga II Indonesia musim ini lantaran persoalan pendanaannya.

Dengan adanya kekurangan dana tersebut membuat berbagai pihak yang cinta dengan sepakbola dan demi tim Persipon berupaya mengumpulkan dana.

Hal demikian juga dilakukan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Pontianak. Saat Persipon melawan Sragen United, Wali Kota Pontianak Sutarmidji, menyerahkan bantuan Rp 250 dari sumbangan para ASN di Pemkot Pontianak.

"Kalau soal dana, kita pecahkan bersama. Kemarin saya sudah serahkan Rp 250 juta santunan berasal dari pemotongan honor-honor para pejabat di lingkungan Pemkot. Kemudian ada beberapa komitmen dari pengusaha tetapi tidak banyak. Bervariasi dari Rp50 juta, Rp25 juta dan lainnya," ungkapnya, Senin (24/4/2017).

Saat pertandingan itu Persipon Vs Sragen United itu juga para superter dengan sukarela mengumpulkan uang untuk membantu pendanaan Persipon.

Namun aksi mengumpulkan dana oleh para superter tersebut disesalkan oleh Wali Kota Pontianak, Sutarmidji.

"Saya berharap suporter itu, dari pada ngumpul-ngumpulkan dana kayak gitu, itu membuat mental pemain down," ujarnya.

Menurut Midji seharusnya tidak dilakukan seperti penggalangan dana secara spontan tersebut.

Ditegaskan Midji, urusan uang suporter tidak perlu ambil pusing, karena  itu manajemennya ada. Jika dari sisi kebersamaan untuk cinta pada Persipon memang bagus.

Selain itu untuk menyikapi kekuranhan pendanaan Midji tegaskan bukan berarti begitu berlaga, harus ada uangnya.

"Jalan saja dengan duit yang ada. Kenapa pemain saat ini belum dikontrak atau belum ada ikatan, karena  masih selektif terhadap mereka sebelum dikontrak. Jangan pula begitu dikontrak, tahu-tahu prestasinya anjlok, untuk apa. Saya masih suruh managemen cari tiga pemain yang bagus-bagu untuk memperkuat kelemahan yang ada pada lini tengah dan depan," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved