Pemkot Bengkulu Belajar Tata Kota ke Mempawah

Kita ingin belajar tata kelola pemerintahan dan kebersihan agar ke depan bisa lebih baik

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / DHITA MUTIASARI
Kunjungan kerja Pemerintah Kota Bengkulu ke Kabupaten Mempawah, Rabu (19/4/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pemerintah Kota Bengkulu bertandang ke Kabupaten Mempawah. Kedatangan rombongan besar berjumlah 64 orang ini disambut Wakil Bupati Gusti Ramlana di Aula Kantor Bupati Mempawah, Rabu (19/4/2017).

Ketua rombongan, Fachriza, menilai Mempawah sebagai Daerah yang punya performa positif dalam tata kelola pemerintahan. "Tujuan kami ini ingin belajar," ujar  Fachriza.

Selain itu, kondisi kota yang resik menjadi alasan pihaknya untuk melakukan kunjungan kerja ke Mempawah.

"Kita ingin belajar tata kelola pemerintahan dan kebersihan agar ke depan bisa lebih baik," tambahnya.

Ia juga mengatakan kehadiran pihaknya untuk mempelajari sejumlah hal terkait tata kelola pemerintahan kecamatan dan kelurahan. "Karena belajar itu tidak harus ke pulau Jawa. Di Kalbar, Mempawah yang juga berprestasi," ujarnya.

Selain itu, Pemkot Bengkulu juga ingin mengetahui kebijakan Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam memberdayakan masyarakat di bidang kebersihan, keagamaan, dan keamanan.

Sebetulnya, dikatakan sebelumnya, DPRD Kota Bengkulu juga sudah berkunjung ke Mempawah pada tahun 2014 lalu, dari itulah mereka menilai Kota mendapati Mempawah sebagai kota yang bersih.

Rombongan Pemerintah Kota Bengkulu yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Fachriza berjumlah 64 orang yang terdiri atas 6 camat, 45 lurah, 5 pengurus PKK, dan 6 staf.

Menyambut kedatangan rombongan pemkot bengkulu ini, Wakil Bupati Gusti Ramlana menilai studi banding Pemkot Bengkulu sebagai bentuk silaturahmi antardaerah.

"Pertemuan dua daerah tersebut menjadi sarana untuk saling mempelajari kelebihan masing-masing daerah, kemudian saling belajar antara dua daerah," timpalnya.

Selain memaparkan profil wilayah dan penduduk Mempawah, Ramlana menerangkan sejumlah hal terkait pelaksanaan tata kelola pemerintahan kecamatan dan kelurahan serta pemberdayaan masyarakat di bidang kebersihan kota, keagamaan, dan keamanan.

Tak hanya itu, ia lantas mengungkapkan progres pembangunan pelabuhan internasional di Sungai Kunyit dan keberadaan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan RI di Mempawah Timur.

"Pertengahan tahun ini presiden akan kembali ke Mempawah untuk melakukan groundbreaking pembangunan pelabuhan internasional Kijing di Sungai Kunyit," timpalnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved