Distribusikan Logistik ke Sungkung, KPU Pernah Sampai Gunakan Helikopter

Terhambatnya pendistribusian logistik dari KPU menuju daerah pedalaman sangat dirasakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkayang.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/TITO RAMADHANI
Ilustrasi jalan daerah Sungkung. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terhambatnya pendistribusian logistik dari KPU menuju daerah pedalaman sangat dirasakan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bengkayang.

Ketua KPU Bengkayang, Martinus Khiu mengatakan kondisi infrastruktur yang belum memadai pasti sangat menghambat karena untuk sampai ke daerah Sungkung, pendistribusian harus melewati Entikong, lalu menggunakan motor air untuk tiba ke daerah yang dituju.

"Kalau dari KPU memang harus tepat waktu dan jumlah, sesuai dengan waktu pencoblosan. Kalau selama ini memang sudah kami antisipasi, h-1 sudah harus berada di TPS jadi antisipasinya sudah jauh dari jauh hari tidak bisa disamakan dengan daerah lain," ujarnya saat dihubungi tribunpontianak.co.id, Sabtu (15/4/2017).

Baca: KPU Akui Kesulitan Dalam Distribusi Logistik Pemilu ke Daerah Pedalaman

Alternatif kedua yang pernah dilakukan yaitu menggunakan helikopter untuk tiba kedaerah tersebut.

Penggunaan helikopter ini dituturkannya tentu menghabiskan banyak dana apalagi KPU Bengkayang tidak selama ini tidak memiliki dana untuk penggunaan helikopter.

"Kita selama ini tidak ada dana jadi kita koordinasi dengan pemerintah daerah, KPU Provinsi sendiri tidak ada anggarannya," jelasnya.

Kondisi jalan yang jauh serta seakan tak tersentuh diakuinya masih terjadi hingga sekarang.

Pendistribusian memang masih bisa dilakukan dengan tepat waktu, hanya saja untuk hasil pemilihan suara dari TPS selalu mengalami kendala.

"Kita minta hasil perhitungan suara dari TPS agar segera diantar ke KPU untuk screening, dan selama ini masih belum bisa berhasil dalam satu hari atau hari yang sama dengan waktu pemilihan suara. Rata-rata baru tiga hari kemudian hasil perhitungan suara c1 nya baru bisa tiba," terangnya.

Di pemilu serentak mendatang, apalagi pilpres otomatis jumlah logistik yang dibawa akan lebih banyak.

Insfrastuktur yang baik tentu akan menunjang pendistribusian akan menjadi lebih baik lagi, apalagi diakuinya ada 9 TPS yang sangat sulit untuk dijangkau.

"Harapannya mudah-mudahan, daerah seperti ini infrastrukturnya akan menjadi lebih baik. Kalau tidak ada perubahan tentu akan mengalami kesulitan, apakah itu biaya atau hal lainnya. Kita kalau ke sana harus lewat Entikong, lalu lewat air, sampai di sana juga harus naik motor lagi supaya bisa sampai," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved