BKSDA Kalbar Selamatkan Tujuh Ekor Kukang dan Satu Ekor Orangutan

Menurut Taufik selaku tim Satgas TSL BKSDA Kalbar satwa tersebut sebelumnya dipelihara oleh warga setempat.

Penulis: Zulkifli | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/ZULKIFLI
Periksa - Satu di antara Kukang saat dirawat oleh dokter hewan di Kantor BKSDA KalbarJumaat (14/4). Orangutan bernama Kotab saat di kandangkan di kantor BKSDA Kalbar Jumaat (14/4). Satwa tersebut telah dibawa ke yayasan IAR Ketapang untuk direhabilitasi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Tim Gugus Tugas Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Balai KSDA Kalbar menyita sebanyak 7 ekor satwa jenis Kukang (Nycetebus sp) dari seorang warga di Desa Camar Bulan Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Kamis (13/4/2017).

Menurut Taufik selaku tim Satgas TSL BKSDA Kalbar satwa tersebut sebelumnya dipelihara oleh warga setempat.

Berdasarkan laporan masyarakat petugas kemudian melakukan penyelidikan.

Baca: BKSDA Evakuasi Orangutan Berusia Empat Tahun Milik Warga Landak

"Yang dilaporkan ada 10 ekor. Namun yang ditemukan hidup 7 ekor. Sementara 3 ekor lainya dalam kondisi mati," ujarnya kepada sejumlah wartawan Jumat (14/4).

Semenjak tiba di Kantor BKSDA Kamis (13 /4 ) malam, dari ketujuh ekor Kukang hanya satu ekor yang harus dilakukan perawatan oleh dokter hewan sebelum di rehabilitasi di Ketapang.

"Mudah-mudahan seluruhnya bisa kita bawa ke YIARI Ketapang," ujarnya.

Saat ini total BKSDA Kalbar mengirim sembilan ekor Kukang , 2 ekor di antaranya merupakan penyerahan warga Pontianak dan Desa Kuala Dua Kubu Raya.

Ia menjelaskan bahwa pemelihara 7 ekor Kukang dari informasi petugas dipelihara secara peribadi di dikawasan wisata rumah terbalik.

Satwa tersebut dipelihara di pohon lebah dan dengan diberi makanan pisang.

"Dan si pemelihara tidak memiliki ijin," ujarnya,

Saat berhasil disita pihaknya melakukan upaya persuasif.

Kendati demikian pihaknya berjanji akan melakukan pendalaman kembali terhadap pemelihara satwa dilindungi tersebut.

"Mungkin saja masyarakat masih belum mengetahui hewan ini dilindungi. Tapi kita akan lakukan pendalaman," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved