STIK Muhammadiyah Gelar Uji Kompetensi Perawat

Nantinya setelah mengikuti Ukom, peserta akan memperoleh sertifikat UKOM/UKNI sebagai syarat pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) perawat.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/LISTYA SEKAR SIWI
Pelaksanaan Uji Kompetensi di STIK Muhammadiyah Pontianak, Minggu (2/4/2017). 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - STIK Muhammadiyah menggelar Uji Kompetensi (Ukom) Ners Indonesia di Kampus STIK Muhammdiyah Pontianak, Jalan Sungai Raya Dalam, Minggu (2/4/2017).

Satu diantara pengawas, Usman mengatakan Uji Kompetensi ini digelar dua hari sejak Sabtu (1/4/2017).

Uji Kompetensi Ners Indonesia digelar sebagai bukti kompetensi seorang perawat.

Nantinya setelah mengikuti Ukom, peserta akan memperoleh sertifikat UKOM/UKNI sebagai syarat pembuatan Surat Tanda Registrasi (STR) perawat.

Baca: Istri Meninggal Saat Melahirkan, Romanus Urus Bayinya dan Cicil Utang Perawatan Rp 135 Juta

Ukom ini juga digelar sebagai bentuk jaminan lulusan Ners atau perawat yang kompeten dan terstandar secara nasional.

"STR ini akan dijadikan sebagai salah satu syarat untuk membuka praktik mandiri perawat, sehingga perawat yang akan membuka praktik mandiri itu sudah dapat dikatakan layak," jelasnya.

Proses pelaksanaan UKOM ini dimulai dari peserta sesi 1 datang pukul 07.30 Wib masuk ke ruang tunggu.

Kemudian pukul 08.00 Wib masuk keruang Computer Base Test (CBT) namun dilakukan pengecekan kartu identitas dan kartu ujian terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan peserta.

"Ujian ini berlangsung kurang lebih 3 jam, setelah itu di karantina 1 jam menunggu sesi 2 masuk pukul 13.00 Wib baru peserta akan dipulangkan," ungkapnya.

Jumlah peserta sebanyak 224 orang berasal dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia seperti STIK Muhammadiyah Pontianak, STikes Yarsi Pontianak, Universitas Tribuawa Tungga Dewi Kediri, Stikes Surya Mitra, Stikes Baptis Kediri dan Universitas Tanjung Pura Pontianak.

Pengawas pusat yang turut hadir adalah Dodi Wijaya Mkep dari Universitas Jember. Sedangkan pengawas lokal ada usman MKep, Hartono M.Kep, Dr sitti syabariah, Dr wida Kuswida Bhakti, Tutur Kardiatun M.Kep, Ramadhaniati M.Kep, Sukarni M.Kep, serta Dodik M.Kep,

"Pelaksanaan CBT dilakukan di STIK Muhammadiyah Pontianak karena merupakan satu satunya Instansi keperawatan yang memiliki CBT yang memadai. Bahkan ada juga peserta dari Malang dan juga Bandung yang datang dan mengikuti Ukom di sini," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved