HNSI Kalbar Nilai Pencurian Ikan Oleh Nelayan Asing Rugikan Nelayan Lokal

Pertama tentu apresiasi keberhasilan petugas.Tentu wilayah kita menjadi terjaga. Ini sudah menjadi tugas mereka

Tayang:
Penulis: Zulkifli | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Beberapa awak kapal yang diamankan personel Bakamla RI dan Stasiun PSDKP Pontianak saat ditemui oleh petugas PSDKP Pontianak di Muara Jungkat,Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (24/3/2017) sore. Sebanyak 13 kapal nelayan asal vietnam bersama 96 awak kapal diamankan personel Bakamla dan Stasiun PSDKP Pontianak dalam operasi rutin Operasi Nusantara Bakamla di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, laut Cina Selatan, Selasa (21/3/2017) lalu. TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalbar, Sigit Sugiardi mengungkapkan, tindakan 'pencurian ikan' oleh nelayan asing diperairan Indonesia jelas merugikan Nelayan lokal.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak dan Bakamla yang berhasil mengamankan 13 Kapal dan puluhan awak Kapal asal Vetnam beberapa belum lama ini. Mereka diduga melakukan aktifitas pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.

"Pertama tentu apresiasi keberhasilan petugas.Tentu wilayah kita menjadi terjaga. Ini sudah menjadi tugas mereka,"Ujarnya kepada Tribun.

Baca: Nelayan Vietnam Sadar Telah Memasuki Wilayah Perairan Indonesia

Keberadaan Nelayan asing diperairan Indonesia, tentu menjadi pesaing bagi nelayan Indonesia Kalbar khususnya. Apalagi sampai melakukan aktifitas penangkapan ikan, yang tentu melanggar hukum.

"Meski ikan bergerak kesana-kemari, tapi pada saat mereka nelayan asing masuk didaerah teritorial kita, bisa dikatakanya' ikan kita dicuri," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved